Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

Hari Pahlawan, Bupati Sidoarjo Gus Mudhlor Ingatkan Jaga Persatuan dan Gorong Royong

LOGOS TNbadge-check


					Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor, saat memberikan sambutan dalam peringatan hari pahlawan Perbesar

Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor, saat memberikan sambutan dalam peringatan hari pahlawan

SIDOARJO, Transnews.co.id – Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor mengatakan lebih dari satu abad yang lalu dan sejak Belanda masuk di negeri ini, bangsa Indonesia terpecah-pecah karena politik adu domba. Namun akhirnya kita semua menyadari bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa dengan suku, ras dan agama yang berbeda-beda.

Perbedaan itu diharapkan tidak menjadi pemecah belah persatuan. Justru sebaliknya perbedaan diharapkan dapat memperkaya dan memperkuat bangsa Indonesia.

Pesan tersebut, disampaikan Bupati Gus Muhdlor saat bertindak menjadi inspektur upacara bendera memperingati Hari Pahlawan di Alun-alun Kabupaten Sidoarjo, Rabu, (10/11).
Kita harus terus menggelorakan gotong royong persatuan dan kesatuan Indonesia, pintanya.

Gus Muhdlor juga mengatakan, bahwa toleransi terhadap perbedaan yang ada harus terus dijaga. Seperti halnya semboyan bhinneka tunggal ika, berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Gus Muhdlor meminta saat ini harus lebih maju ditahun sebelumnya. Hal itu harus dilakukan untuk membuktikan kepada dunia bahwa kita semua bisa mewujudkan cita-cita para pahlawan.

“Kita bukan bangsa yang lemah yang menerima kemerdekaan sebagai hadiah dari penjajah, namun secara bersama kita bisa mengalahkan dan mengusir bala tentara terkuat dunia,” ucapnya.

Dikatakannya pertempuran 10 November 1945 di Surabaya harus menjadi contoh. Pertempuran yang kini diperingati sebagai hari pahlawan tersebut harus dicontoh sebagai satu tekad gigih berjuang dan pantang menyerah tanpa mengenal perbedaan apapun.

Selain itu semangat pertempuran saat itu seakan tidak mengenal keterbatasan ataupun halangan. Hal seperti itu yang harus menjadi semangat saat ini dalam mengisi kemerdekaan.

Jiwa persatuan yang tidak menanyakan asal usul semangat pantang menyerah ini harus kita resapi, lestarikan sebagai bangsa untuk menghadapi tantangan dan ancaman apapun, kita adalah anak dan cucu kandung dari pahlawan bangsa, pintanya..

Penyematan satyalancana karya satya oleh Bupati Sidoarjo

Dalam upacara peringatan hari pahlawan pagi tadi juga disematkan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya oleh bupati Sidoarjo serta wakil bupati Sidoarjo dan ketua DPRD Sidoarjo.

Satyalancana Karya Satya adalah tanda kehormatan yang diberikan oleh Pemerintah Republik Indonesia kepada Pegawai Negeri Sipil yang telah melaksanakan tugasnya dengan menunjukkan kesetiaan, pengabdian, kecakapan, kejujuran, kedisiplinan, serta telah bekerja terus-menerus dalam jangka waktu tertentu.(hd)

Baca Lainnya

FKPM Mambak Kecam Akun Facebook yang Rendahkan Martabat Ratu Kalinyamat Jepara

3 February 2026 - 23:05

Pekerja Bangunan di Jepara Dilarikan ke RSUD Kartini Usai Tersengat Listrik di Atap Gudang SPPG Lebuawu

3 February 2026 - 23:02

Temuan Tonggak Penebangan di Beteng Portugis Picu Pertanyaan Tata Kelola Cagar Budaya

3 February 2026 - 22:58

Gebyar Literasi Anak Meriahkan Harjasda ke-167, Tanamkan Budaya Menabung dan Cinta Sidoarjo Sejak Dini

3 February 2026 - 22:52

News Trending DAERAH