Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

Hebat, Ada Kampung Tangguh di Kota Sukabumi

LOGOS TNbadge-check

Kota Sukabumi transnews.co.id- Upaya menjaga ketahanan pangan di tengah masyarakat dimasa Pandemi Covid-19 Polres Kota Sukabumi Jawa Barat, membangun kampung Tangguh, di Lembur Pasir Kelurahan Sindangsari, Kecamatan Lembursitu,Kamis (11/6/2020).

Program Kampung Tangguh yang digagas Polres Sukabumi Kota didukung pula Pemkot Sukabumi dan Kodim 0607 Kota Sukabumi.

Untuk zona ketahanan pangan di Kelurahan Sindang Palay, Kecamatan Cibeureum dilakukan panen sorgum oleh Wali Kota Sukabumi Ahmad Fahmi bersama Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sumarni dan Kasdim 0607/Kota Sukabumi, Mayor (Chb) R Khoirullah.

Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sumarni menyatakan, Polri dan TNI dilibatkan membangun dan mempertahankan zona ketehanan pangan, jangan sampai jebol.

“Oleh karenanya bagaimana memotivasi petani membangun zona ketahanan pangan salah satunya sorgum,ikan serta pembibitan sayuran,”ujar Kapolres.

Dalam kesempatan itu Walikota Sukabumi Ahmad Fahmi mengatakan,dimasa pandemi Covid-19 terkait kerawanan pangan dan ketahanan pangan harus sama-sama diperhatikan dengan melibatkan Polri dan TNI secara akrif dalam menjaga ketahanan pangan,”jelas Walikota.

Menurut Fahmi,ketahanan pangan berdampak pada stabilitas sosial ekonomi, dan kerawanan sosial masyarakat.

“Kehadiran forkopimda ini memotivasi dan mengajak seluruh pihak mendapatkan semangat dalam menciptakan zona ketahanan pangan,”ucap Fahmi.

Fahmi mengatakan, organisasi dunia terkait pangan menyebutkan yang diantisipasi adalah efek Covid yakni ketersediaan pangan.

“Itulah sebabnya sama-sama saling bekerjasama dan inovasi serta improvisasi dalam rangka menjaga ketahanan pangan,” paparnya.

Dikatakan Fahmi, Pemkot menyadari Kota Sukabumi belum mampu memenuhi kebutuhan pangan warga secara mandiri karena lahan pertanian terbatas 1.300 hektare dan hanya mampu memenuhi 35 persen warga Sukabumi.

“Itulah sebabnya pemkot berupaya bagaimana caranya lahan pangan lokal spesipik lokasi bentuknya sorgum di Cibeureum dapat dikembangkan dengan melibatkan pemuda, karang taruna dalam proses produksi dan ketersediaan pangan. Mari ciptakan zona ketahanan pangan dan terimakasih kepada semua pihak,”pungkas Fahmi. (Ris/HMs) Editor:Nas

Baca Lainnya

Bupati Subandi Tegaskan “Perang” Lawan Sampah, TPS3R Tak Berjalan Akan Dievaluasi Ketat

22 April 2026 - 19:54

Gubernur Khofifah Lepas Kloter Pertama Haji Embarkasi Surabaya, 380 Jemaah Probolinggo Berangkat ke Madinah

22 April 2026 - 19:51

Proyek Renovasi Madrasah PHTC Jatim 11 Berjalan Sesuai Rencana, Target PHO Agustus 2026

21 April 2026 - 22:40

Pembangunan Sekolah Rakyat Jatim 1 di Madura Dikebut, Progres Capai 38,740 Persen

21 April 2026 - 22:37

News Trending DAERAH