Menyadari meningkatnya aktivitas bermain layang-layang selama musim liburan, PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat (UIT JBB) melalui Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Cilegon melaksanakan Program LANTANG (Libur Aman Tanpa Layangan).

Program ini merupakan langkah preventif untuk menjaga keandalan sistem transmisi sekaligus melindungi keselamatan masyarakat dari potensi bahaya yang ditimbulkan oleh layang-layang yang tersangkut pada jaringan listrik.

Benang layang-layang, terutama yang berbahan konduktif atau telah terkena air, dapat tersangkut pada konduktor transmisi dan memicu gangguan penyaluran tenaga listrik. Kondisi tersebut tidak hanya berpotensi menyebabkan padamnya pasokan listrik, tetapi juga membahayakan keselamatan masyarakat di sekitar jaringan.

Sebagai bentuk antisipasi, PLN UPT Cilegon bersama seluruh Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) di wilayah kerjanya, yakni ULTG Cilegon, ULTG Suralaya, dan ULTG Rangkasbitung, melaksanakan sweeping layang-layang secara serentak di sepanjang jalur transmisi. Kegiatan ini berlangsung setiap hari selama periode 29 Juni hingga 10 Juli 2026 dengan menyisir titik-titik yang berpotensi menjadi lokasi bermain layang-layang.

Manager PLN UPT Cilegon, Eka Annise Ambarani, menjelaskan bahwa Program LANTANG tidak hanya berfokus pada upaya pengamanan aset kelistrikan, tetapi juga mengedepankan pendekatan persuasif kepada masyarakat.

“Momentum libur sekolah menjadi perhatian kami karena aktivitas bermain layang-layang meningkat. Melalui Program LANTANG, kami melakukan langkah preventif dengan menyisir area sekitar jalur transmisi sekaligus mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keandalan pasokan listrik. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama, sehingga kami mengimbau agar aktivitas bermain layang-layang dilakukan di lokasi yang aman dan jauh dari jaringan transmisi,” ujar Eka.

Tidak hanya melakukan penyisiran, petugas PLN juga memberikan edukasi secara langsung kepada anak-anak yang dijumpai sedang bermain layang-layang di sekitar jalur transmisi. Dengan pendekatan yang humanis, petugas menjelaskan bahaya bermain di dekat jaringan listrik tegangan tinggi serta mengajak mereka memindahkan aktivitas bermain ke tempat yang lebih aman.

Sebagai bentuk kepedulian, PLN turut memberikan bola sepak kepada anak-anak sebagai alternatif permainan yang lebih aman. Langkah sederhana ini diharapkan dapat menghadirkan kegembiraan selama liburan tanpa mengorbankan keselamatan maupun keandalan sistem kelistrikan.

General Manager PLN UIT Jawa Bagian Barat, Himmel Sihombing, menegaskan bahwa menjaga keandalan sistem transmisi tidak hanya dilakukan melalui pemeliharaan infrastruktur, tetapi juga melalui kolaborasi dengan masyarakat.

“Keandalan sistem transmisi merupakan fondasi penting dalam menjaga kontinuitas pasokan listrik bagi masyarakat dan dunia usaha. Karena itu, PLN terus mengedepankan langkah-langkah preventif yang dibarengi dengan edukasi kepada masyarakat. Kami percaya bahwa keandalan kelistrikan dapat terwujud melalui kolaborasi, di mana masyarakat ikut berperan menjaga ruang bebas jaringan transmisi sehingga pasokan listrik tetap andal, aman, dan berkelanjutan,” ujar Himmel.

PLN mengimbau masyarakat untuk memilih lokasi bermain layang-layang yang jauh dari jaringan listrik. Apabila menemukan layang-layang yang tersangkut pada jaringan transmisi, masyarakat diminta untuk tidak mengambilnya sendiri karena berisiko menimbulkan kecelakaan. Segera laporkan kepada petugas PLN melalui aplikasi PLN Mobile atau kantor PLN terdekat agar dapat ditangani dengan aman.

Melalui Program LANTANG, PLN berharap masa libur sekolah dapat menjadi momen yang menyenangkan sekaligus aman bagi anak-anak. Di saat yang sama, keandalan sistem transmisi tetap terjaga sehingga pasokan listrik yang menjadi penopang aktivitas masyarakat dapat terus mengalir tanpa gangguan.