BOGOR, transnews.co.id – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Budaya dan Sastra Universitas Terbuka (UT) Bogor sukses menyelenggarakan pentas seni akbar bertajuk “GORES FEST 2026”.
Mengusung tema “Padu Padan Irama dan Peran”, pergelaran ini sukses digelar di Dieu Geura Space, Bogor, pada Sabtu (6/6/2026) lalu.
Melalui konsep Contemporary Heritage, GORES FEST 2026 hadir sebagai jembatan yang menghubungkan warisan budaya masa lalu dengan ekspresi modern masa kini.
Acara ini secara khusus mengajak generasi muda untuk memaknai kembali budaya bukan sebagai sesuatu yang kaku, melainkan sebagai identitas yang dinamis, terus berkembang, dan tetap relevan di tengah arus perubahan zaman.
Semangat inovasi tanpa meninggalkan akar budaya menjadi landasan utama dari festival ini. Uniknya, nuansa tema tersebut tidak hanya tersaji di atas panggung, tetapi juga tercermin dari penampilan para peserta dan pengunjung yang hadir.
Mereka tampil kompak mengenakan dress code khusus, yaitu perpaduan apik antara kain batik tradisional dan busana modern.
Sebelum acara puncak dimulai, pihak panitia telah lebih dulu membakar antusiasme masyarakat melalui rangkaian kegiatan pra-acara. Kompetisi seperti Lomba Vocal, Dance Cover, dan Puisi digelar secara daring melalui media sosial resmi GORES FEST.
Selain menjadi wadah unjuk bakat bagi generasi muda, rangkaian kompetisi ini juga sukses mendorong kolaborasi erat antara komunitas seni dan organisasi mahasiswa demi menciptakan lingkungan yang kreatif, inklusif, serta produktif.
Target utama dari festival ini adalah para generasi muda, khususnya Gen Z dan milenial. Berdasarkan data panitia, mayoritas pengunjung didominasi oleh kalangan mahasiswa dan pelajar dengan proporsi mencapai 60 persen.
Sementara itu, 40 persen sisanya berasal dari kalangan first jobbers serta pekerja kreatif. Keberagaman latar belakang pengunjung ini menciptakan ruang interaksi yang dinamis sekaligus memperluas jejaring antarpelaku kreatif di Kota Bogor.
Ketua Pelaksana GORES FEST 2026, Ardhika Maulana Damacipta, menyampaikan bahwa festival ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang pertunjukan seni musiman, tetapi juga mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi perkembangan ekosistem seni dan budaya di kalangan generasi muda.
“Saya berharap GORES FEST bisa terus berlanjut dan menjadi event tahunan dari UKM Seni, Budaya, dan Sastra Universitas Terbuka Bogor sebagai ruang untuk berkumpul, berkarya, dan berkolaborasi,” ujarnya.
Di samping misi pelestarian budaya, ajang GORES FEST 2026 ini juga menjadi media pembelajaran nyata bagi para mahasiswa UT Bogor yang terlibat di kepanitiaan.
Melalui manajemen festival, mereka dapat mengasah kemampuan kepemimpinan (leadership), kerja sama tim, hingga manajemen acara (event management).
Melalui gelaran ini, UKM Seni Budaya dan Sastra UT Bogor berharap dapat menyuguhkan pengalaman seni yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mampu memantik inspirasi bagi khalayak luas.










