Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

Kecamatan Batujaya-Pakisjaya Kesulitan Air,  Petani Takut Gagal Panen

LOGOS TNbadge-check


					Lahan pertanian Kecamatan Batujaya Perbesar

Lahan pertanian Kecamatan Batujaya

Karawang, Transnews.co.id – Lahan pertanian diwilayah Desa Segarjaya Kecamatan Batujaya Kabupaten Karawang Jawabarat hampir dua Minggu kekurangan pasokan air, ditakutkan akibatnya lahan pertanian seluas 400 Ha tanaman padi akan mati.

Para petani meradang manakala diakibatkan kekurangan air tanaman padinya mati,pembiayaan musim ini biayanya sangat besar, selain biaya Traktor,Tandur, Pengolahan lahan petani harus menyiapkan biaya tambahan pengoperasian mesin Alkon (Penyedot Air,Biaya BBM,Operator) dan seterusnya.

Mesin Alkon yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan untuk mengairi lahan pertanian, terkendala diakibatkan air sungai irigasi kering, kondisi perairan yang tidak dapat memenuhi kebutuhan Air untuk pertanian menyebabkan petani ketakutan tanaman padinya mati. Terang HR warga Segarjaya.

Kondisi pertanian yang kekurangan air juga terjadi diwilayah Kecamatan Pakisjaya, diantaranya wilayah Desa Tanjungmekar lahan pertanian yang begitu luas, luasnya hingga ratusan hektar, berpotensi tanaman padinya akan mati, manakala pihak pemerintah yang memiliki otoritas tidak cepat mengambil tindakan.

Ketersediaan air merupakan faktor yang sangat strategis, tanpa adanya dukungan kepastian air yang sesuai dengan kebutuhan baik dalam dimensi jumlah,mutu,ruang maupun waktunya,maka dapat dipastikan pertanian berjalan tidak oftimal,para petani akan mengalami patalitas gagal panen.

Untuk mengantisipasi dampak kemarau atas ketersediaan air untuk pertanian diharapkan pemerintah melakukan penerapan beberapa teknologi tepat guna, diantaranya adalah dengan teknologi embung, normalisasi.
Tidak seperti sekarang petani sudah mengeluarkan uang cukup besar dan harus mengeluarkan biaya tambahan yang tidak sedikit jumlahnya.

“Karena embung atau kolam penampung air hujan dapat mensuplai air dimusim kemarau, menurunkan volume air aliran permukaan sekaligus meningkatkan cadangan air tanah, dan mengurangi kecepatan aliran permukaan hingga daya kikis dan daya angkutnya menurun.” Ungkap MN 3/3-2022. (Yusup)

Baca Lainnya

Warga Keluhkan Dampak Lingkungan Pengolahan Tanah di Sekitar JL Sumur Jambu Pinang Ranti Jaktim

3 February 2026 - 23:10

FKPM Mambak Kecam Akun Facebook yang Rendahkan Martabat Ratu Kalinyamat Jepara

3 February 2026 - 23:05

Pekerja Bangunan di Jepara Dilarikan ke RSUD Kartini Usai Tersengat Listrik di Atap Gudang SPPG Lebuawu

3 February 2026 - 23:02

Temuan Tonggak Penebangan di Beteng Portugis Picu Pertanyaan Tata Kelola Cagar Budaya

3 February 2026 - 22:58

News Trending DAERAH