Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

Kelola Sampah, Warga RW 45 Padukuhan Kayen Sleman Gagas Gerakan Sedekah Sampah

LOGOS TNbadge-check


					Kelola Sampah, Warga RW 45 Padukuhan Kayen Sleman Gagas Gerakan Sedekah Sampah Perbesar

Sleman, Transnews.co.id – Sebagai salah satu bentuk pengelolaan sampah, Warga RT 07 dan RT 08 di wilayah RW 45 Padukuhan Kayen, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok melaksanakan kegiatan Sedekah Sampah. Kegiatan ini sendiri merupakan bentuk pengaplikasian ilmu yang diperoleh dari Pelatihan Pengelolaan Sampah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kapanewon Depok.

Ketua RW 45, Sukirman mengatakan bahwa sampah tersebut dimanfaatkan sebagai mediun untuk bersedekah. “Di samping itu, hasil penjualan Sedekah Sampah dapat digunakan untuk kegiatan bersama warga dan pembuatan sarana prasarana di wilayah RW 45,” kata Sukirman saat dikonfirmasi, Minggu (3/4/2022).

Sementara itu, Neta Jindarto, Ketua Gerakan Sedekah Sampah menyampaikan Sedekah Sampah dilaksanakan setiap Minggu pertama dan ketiga pada setiap bulannya. Masing-masing RT memiliki tempat dan koordinator pengumpulan sampah yang disumbangkan, yaitu untuk RT 07 dikumpulkan di Joglo Suratno dengan koordinator Emy Purwaningsih.

Sedangkan untuk RT 08 di tempat Jindarto dengan koordinator Yani Martiyaningsih. Hasil pengumpulan Sedekah Sampah pada sore harinya akan ditimbang dan dibeli oleh pengepul sampah.

“barang-barang yang dapat disedekahkan adalah berupa kardus bekas, kertas, botol, plastik, minyak jelantah, pecahan kaca kecil non keramik, dan logam atau besi,” kata Neta.

Neta menambahkan bahwa usaha pengolahan sampah sepert Bank Sampah dan Sedekah Sampah hanya dapat berdiri jika ada komitmen warga menjadi penabung sampah atau rela memberikan sedekah sampahnya.

“Dimulai dengan disiplin memilah sampah sesuai jenisnya sehingga nantinya yang terbuang di TPA adalah residu sampah yang tidak dapat diolah dan tidak memiliki nilai tambah,” ungkap Neta.

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Siagakan OPD Hadapi Mudik Lebaran 2026, WFA Diterapkan Tanpa Ganggu Layanan Publik

18 Maret 2026 - 20:02

Pemkab Sidoarjo Berangkatkan 1.400 Pemudik Gratis, Siapkan 28 Bus ke 5 Rute Favorit

18 Maret 2026 - 20:00

Jelang Lebaran 2026, Forkopimda Jepara Pastikan Stok Pangan dan Energi Aman

17 Maret 2026 - 21:39

Semarak Ramadhan, Grup Senam Aerobik Saigo Jepara Gelar Buka Bersama untuk Pererat Silaturahmi

16 Maret 2026 - 21:52

News Trending DAERAH