Majelis Ar Rayyan: Memperkokoh Pondasi Keimanan Para Pemuda

107 seconds reading this post

Jakarta, TransNews | – Majelis Taklim Ar-Rayyan pimpinan Ustadz Jahari bersekretariat di Ulujami, Pesanggarahan, Jakarta Selatan. Kebanyakan dari jamaah majelis taklim ini adalah anak-anak muda dari beragam profesi. Hal ini sejalan dengan niat awal pendirian majelis taklim yang berorientasi pada memperkokoh pondasi keimanan di kalangan kaum muda.

“Anak muda biasanya agak sungkan bila mengaji dan berkumpul dengan para orang tua. Melihat realitas itu, atas dorongan dan saran beberapa teman, saya mendirikan majelis taklim ini sebagai tempat atau wadah bagi kaum muda untuk berdiskusi dan mendalami agama,” ujar Ustad Jahari.

Nama Ar-Rayyan, masih kata Ustad Jahari, diambil dari nama salah satu pintu surga. Adapun materi yang disampaikan tak jauh dari amaliah sehari-hari yang insya Allah dapat memperbaiki akhlak agar kehidupan kita tidak melenceng dari apa yang diperintahkan dan dilarang dalam agama.

“Jamaah kita memang bukan hanya dari daerah Ulujami saja. Ada yang dari Petukangan dan ada pula yang dari Pondok Aren, Tangerang Selatan. Tak sedikit jamaah kita yang berasal dari ormas Forum Betawi Rempug. Kebetulan, saya memang kerap diundang ceramah jika ada acara keagamaan yang digelar oleh anak-anak Forum Betawi Rempug,” terang Ustad Jahari.

Disinggung mengenai pembacaan Sholawat Fatih dan Sholawat Nariyah yang senantiasa dibaca sebagai pembukaan acara taklim, Ustad Jahari menerangkan bahwa fadilah atau keutamaan dua sholawat itu amat baik jika kita amalkan secara rutin dalam keseharian kita.

“Sholawat Fatih adalah amalan pembuka pintu Kerajaan Allah Subhanahu Wata’ ala yang Maha Tinggi. Banyak juga yang mengatakan sebagai sholawat pembuka pintu ‘Arsy. Dan keistimewaan Sholawat Fatih diantaranya mengatasi segala kesulitan hidup, dibebaskan dari api neraka, dan menepati titik kemuliaan dalam kehidupan,” beber Ustad Jahari.

Sementara Sholawat Nariyah disebut juga shalawat Tafrijiyyah (pelepasan dari kesusahan), ada juga yang menyebutnya sebagai Shalawat Taziyah. Membaca Sholawat Nariyah adalah salah satu amalan yang bernilai ibadah dan memiliki keutamaan yang tinggi.

“Namun, yang terpenting dari pembacaan sholawat itu adalah agar kelak di akhirat kita mendapatkan syafaat dari Baginda Rasulullah. Dan juga dalam menjalankan apa yang telah diperintahkan Allah Ta’ala dalam Al Qur’an surah Al Azhab ayat 56 yang artinya; Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya,” pungkas Ustad Jahari.***(miel)

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, silahkan mengirim sanggahan dan/atau koreksi kepada Kami sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers melalui email: transnewsredaksi@gmail.com