Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

Pasok 40% Kebutuhan di Sumbar, Pasaman Barat Panen Jagung

LOGOS TNbadge-check


					Pasok 40% Kebutuhan di Sumbar, Pasaman Barat Panen Jagung Perbesar

PASAMAN BARAT, Transnews.co.id – Panen jagung berhasil dilakukan di Kabupaten Pasaman Barat. Sukses ini tidak terlepas dari program IPDMIP Kementerian Pertanian yang bertujuan meningkatkan produktivitas di daerah irigasi.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, panen jagung ini bisa menjaga ketahanan pangan.

“Dengan panen jagung, kita memperkuat diversifikasi pangan lokal. Yang artinya, ketahanan pangan bisa turut terjaga,” katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, menegaskan hal serupa.

“Tantangan yang harus kita hadapi adalah memenuhi kebutuhan pangan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, peningkatan produktivitas harus dilakukan. Termasuk lewat peningkatan produktivitas jagung,” katanya.

Panen jagung di Kabupaten Pasaman Barat disampaikan Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan  Kabupaten Pasaman Barat, Saridin.

Menurutnya, Kabupaten Pasaman Barat adalah pemasok jagung, sekitar 40% dari Produksi se Sumatera Barat.

“Saat ini, dari segi harga berkisar Rp 4 ribu sampai Rp 5 ribu di tingkat petani. Sedangkan harga ditingkat konsumen seperti peternak ayam di Kabupaten 50 Kota, berkisar Rp ribu 5 sampai Rp 6 ribu per kilo,” katanya.

Menurut Saridin, harga tersebut cukup baik. Karena, rata-rata modal Rp 11 juta sampai Rp 12 juta perhektar  dan produksi rata-rata 5 sampai 6 ton bisa  meraup keuntungan Rp 8 juta hingga Rp 10 juta permusim tanam, atau sekitar 4 bulan.

“Untuk  produksi di Kabuaten Pasaman Barat, rata rata 6 ton perhektare. Jumlah ini dikali rata-rata 3.000 hektare perbulan, dan ada sekitar 18.000 ton perbulan. Jadi di Kabuaten Pasaman Barat, ada sekitar 432.000 ton pertahun,” terangnya.

Untuk panen yang dilakukan saat ini, Demplot betras 7 ranah batahan, dengan hasil ubinan 2,5 x 2,5 M.

Jumlah rumpun atau batang yang dipanen ada 41 dengan berat hasil ubinan 8,2 kg tongkolan. Berat pipilan mencaai 5.82 kg, dengan produksi perhektar mencapai 9.3 ton.(ez)

Baca Lainnya

FKPM Mambak Kecam Akun Facebook yang Rendahkan Martabat Ratu Kalinyamat Jepara

3 Februari 2026 - 23:05

Pekerja Bangunan di Jepara Dilarikan ke RSUD Kartini Usai Tersengat Listrik di Atap Gudang SPPG Lebuawu

3 Februari 2026 - 23:02

Temuan Tonggak Penebangan di Beteng Portugis Picu Pertanyaan Tata Kelola Cagar Budaya

3 Februari 2026 - 22:58

Gebyar Literasi Anak Meriahkan Harjasda ke-167, Tanamkan Budaya Menabung dan Cinta Sidoarjo Sejak Dini

3 Februari 2026 - 22:52

News Trending DAERAH