JAKARTA, transnews.co.id – Masalah pengelolaan sampah di wilayah pesisir Jakarta Utara memicu aksi nyata dari generasi muda. Sekelompok mahasiswa-mahasiswi LSPR Institute of Communication & Business yang tergabung dalam program Jangkar Asa resmi menghadirkan inisiatif pemberdayaan masyarakat di Kampung Marunda Pulo, Cilincing, Jakarta Utara.
Mengusung tema besar “Perahu Kite: Merakit Harapan Pesisir Marunda”, gerakan ini berfokus pada tiga pilar utama: edukasi lingkungan, kesehatan, serta pelestarian budaya lokal.
Nama “Perahu Kite” sendiri diambil dari filosofi perahu sebagai simbol ketahanan dan usaha kolektif pesisir, sedangkan “Kite” (berarti ‘kita’ dalam dialek Betawi) menekankan pentingnya gotong royong.

Program ini lahir sebagai jawaban atas rendahnya kesadaran serta keterbatasan sistem pengelolaan sampah yang selama ini dihadapi oleh komunitas pesisir.
Dengan slogan “Menahan, Menguatkan, Menghidupkan”, tim Jangkar Asa berkomitmen menempatkan warga lokal bukan sekadar sebagai objek, melainkan sebagai aktor utama perubahan.
Rangkaian kegiatan edukatif dan aplikatif telah dirancang secara komprehensif, mulai dari pelatihan pemilahan sampah rumah tangga, pembuatan eco enzyme dari limbah organik, hingga aksi gotong royong membersihkan lingkungan.
Tak hanya soal ekologi, program ini juga menyentuh aspek sosial-budaya melalui edukasi permainan tradisional Betawi serta pelatihan bijak bermedia sosial bagi para remaja setempat.
Melalui visi jangka panjangnya, gerakan ini diharapkan mampu menumbuhkan budaya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta membangun sistem pengelolaan lingkungan mandiri yang berkelanjutan, sehingga Kampung Marunda Pulo siap menghadapi tantangan sosial dan lingkungan di masa depan.












