Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

PENDIDIKAN

Perahu Kite: Jangkar Asa Merakit Masa Depan Lebih Bersih Bersama Masyarakat Pesisir Jakarta

Avatar photobadge-check


					Perahu Kite: Jangkar Asa Merakit Masa Depan Lebih Bersih Bersama Masyarakat Pesisir Jakarta (Dok. Hum) Perbesar

Perahu Kite: Jangkar Asa Merakit Masa Depan Lebih Bersih Bersama Masyarakat Pesisir Jakarta (Dok. Hum)

JAKARTA, transnews.co.id – Masalah pengelolaan sampah di wilayah pesisir Jakarta Utara memicu aksi nyata dari generasi muda. Sekelompok mahasiswa-mahasiswi LSPR Institute of Communication & Business yang tergabung dalam program Jangkar Asa resmi menghadirkan inisiatif pemberdayaan masyarakat di Kampung Marunda Pulo, Cilincing, Jakarta Utara.

​Mengusung tema besar “Perahu Kite: Merakit Harapan Pesisir Marunda”, gerakan ini berfokus pada tiga pilar utama: edukasi lingkungan, kesehatan, serta pelestarian budaya lokal.

Nama “Perahu Kite” sendiri diambil dari filosofi perahu sebagai simbol ketahanan dan usaha kolektif pesisir, sedangkan “Kite” (berarti ‘kita’ dalam dialek Betawi) menekankan pentingnya gotong royong.

​Program ini lahir sebagai jawaban atas rendahnya kesadaran serta keterbatasan sistem pengelolaan sampah yang selama ini dihadapi oleh komunitas pesisir.

Dengan slogan “Menahan, Menguatkan, Menghidupkan”, tim Jangkar Asa berkomitmen menempatkan warga lokal bukan sekadar sebagai objek, melainkan sebagai aktor utama perubahan.

​Rangkaian kegiatan edukatif dan aplikatif telah dirancang secara komprehensif, mulai dari pelatihan pemilahan sampah rumah tangga, pembuatan eco enzyme dari limbah organik, hingga aksi gotong royong membersihkan lingkungan.

Tak hanya soal ekologi, program ini juga menyentuh aspek sosial-budaya melalui edukasi permainan tradisional Betawi serta pelatihan bijak bermedia sosial bagi para remaja setempat.

​Melalui visi jangka panjangnya, gerakan ini diharapkan mampu menumbuhkan budaya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta membangun sistem pengelolaan lingkungan mandiri yang berkelanjutan, sehingga Kampung Marunda Pulo siap menghadapi tantangan sosial dan lingkungan di masa depan.

Baca Lainnya

Proyek Sekolah Rakyat Jatim 3 di Kota Kediri Capai 84,9 Persen, Masuk Tahap Finishing

17 Juni 2026 - 14:07

Progres Sekolah Rakyat Jatim 4 di Trenggalek Capai 79 Persen, PT Nindya Karya Terapkan Tiga Shift Kerja

17 Juni 2026 - 13:56

​Jembatani Tradisi dan Modernitas, UKM Seni Budaya UT Bogor Sukses Gelar GORES FEST 2026

16 Juni 2026 - 16:52

Ofero Pamerkan Dua Calon Produk Baru, Monster Evo dan Carria 1 di Jakarta Fair 2026

16 Juni 2026 - 11:01

News Trending ENTERTAINMENT