PLN UIT JBB Tanam 3.000 Pohon di 41 Titik Lokasi, Momen Hari Menanam Pohon Indonesia

97 seconds reading this post

Depok – Sebagai unit yang mengelola sistem transmisi PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat (UIT JBB) turut ambil bagian dengan melakukan penanaman 3.000 pohon yang tersebar di 41 titik lokasi.

Langkah itu diambil PLN UIT-JBB sebagai instruksi PT PLN (Persero) dalam melakukan penanaman pohon serentak di unit-unit kerja se-Indonesia untuk memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) 2023.

Program bakti PLN untuk lingkungan tahun ini mengusung tema “Hijaukan Negeri, Selamatkan Bumi”. Melalui kegiatan PLN Peduli, PLN bekerja sama dengan Kantor Pertanahan Jabodetabek dalam mendukung program penghijauan lahan.

General Manager PLN UIT JBB Erwin Ansori mengatakan, bersamaan dengan momentum HPMI 2023, insan PLN ingin berkontribusi dalam mencegah dampak perubahan iklim.

BACA JUGA :  PLN Lakukan Perbaikan Hotspot Pada Gardu Induk 150 KV Durikosambi Jelang Nataru

“Meski hanya 3.000 pohon yang kita tanam hari ini, tetapi jika kita lakukan secara terus menerus maka akan memberikan dampak yang besar bagi lingkungan sebagai salah satu upaya pencegahan dampak perubahan iklim,” ujar Erwin Ansori.

Kepala Kantor Pertanahan Kota Depok, Indra Gunawan menegaskan kegiatan penanaman pohon ini diharapkan tidak sebatas simbolis, tetapi juga memiliki dampak langsung terhadap lingkungan.

“Gagasan ini lahir dari upaya untuk menjaga dan memulihkan lingkungan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian alam,” ujar Indra Gunawan saat menghadiri kegiatan penanaman pohon di Gardu Induk Depok, Pancoran Mas, Kota Depok.

BACA JUGA :  Gunakan KADET, Ini Inovasi PLN Jaga Kelancaran Pasokan Listrik

Untuk memastikan dampak penanaman pohon, PLN memilih lokasi tanam pohon yang diprioritaskan pada kawasan ring 1, terutama area Gardu Induk yang ada di wilayah kerja UIT JBB. PLN UIT JBB menggandeng komunitas pecinta alam Krupala untuk pemantauan perawatan pohon hingga mengukur keberhasilan penyerapan karbon.

Adapun potensi penyerapan karbon dihitung menggunakan parameter data jumlah pohon yang ditanam, luas areal tanam, dan faktor emisi dari setiap jenis pohon yang ditanam. Upaya ini juga merupakan komitmen PLN untuk mitigasi perubahan iklim serta menerapkan ESG.

BACA JUGA :  Didukung Penuh BPN, PLN Berhasil Amankan Aset Negara Melalui Sertifikasi Tanah

“Aksi ini merupakan bagian dari upaya pengurangan emisi PLN untuk mendukung inisiatif strategis PLN dalam transisi energi,” tambah Erwin.

Harapannya melalui program ini PLN dapat mewujudkan “Sustainable Development Goals” (SDGs) atau tujuan pembangunan berkelanjutan khususnya dalam mengurangi emisi atau karbon, serta mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, silahkan mengirim sanggahan dan/atau koreksi kepada Kami sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers melalui email: transnewsredaksi@gmail.com

Pos terkait