Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

PERISTIWA

PPDB Metode Daring Mampu Tekan Penyebaran Covid-19

LOGOS TNbadge-check

Bandung,transnews.co.id- Kota Bandung masih menerapkan skema Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) karena Kota Bandung masih berstatus zona biru Covid-19.

“Kendati demikian, seluruh perangkat pembelajaran sudah siap,”kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung, Hikmat Ginanjar ,kepada sejumlah media di Bandung,Minggu (12/7/2020)kemarin.

Hikmat menuturkan,  baik guru, tenaga kependidikan, dan orang tua insyaallah sudah siap sebagaimana yang sudah dilakukan pada tahun ajaran lalu.

Sebelum memulai kegiatan belajar mengajar, kata Hikmat, para siswa baru akan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) selama tiga hari. Materinya telah disiapkan oleh Disdik bekerja sama dengan tiap-tiap sekolah.

“Setiap sekolah sudah kami berikan pedoman MPLS-nya,” ujar Hikmat.

Pada MPLS tersebut, siswa baru akan diperkenalkan dengan lingkungan sekolah, khususnya warga sekolah, seperti kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan lainnya. Dengan begitu diharapkan siswa akan mengenal lingkungan sekolah dengan baik.

Hikmat mengaku telah mengevaluasi PJJ periode sebelumnya. Ia pun mengapresiasi semua pihak yang telah bahu-membahu menyukseskan PJJ, baik pendidik, tenaga kependidikan, siswa, maupun orang tua.

“Saya mengapresiasi para pendidik, tenaga kependidikan, siswa, dan orang tua yang sudah bekerja sama menyelenggarakan belajar mengajar sekalipun harus PJJ. Kerja sama ini telah menjadi kolaborasi yang sangat bagus dan para seerta didik telah lulus dengan baik,” ucap Hikmat.

Di sisi lain, metode daring yang juga dilakukan terhadap sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) juga dipandang mampu menekan angka penyebaran Covid-19. Meskipun terjadi dinamika, tapi semua pihak bisa bekerja sama dan saling mendukung.

“Yang luar biasa adalah PPDB online kemarin. Kita mampu menyelenggarakannya dan memutus rantai penyebaran Covid-19 khususnya untuk pelajar. Indikatornya tidak ada peserta didik yang terpapar covid,” imbuhnya.

Oleh karena itu, Hikmat meminta kepada seluruh komponen belajar mengajar untuk melanjutkan kerja sama yang baik ini dalam melaksanakan PJJ di tahun ajaran baru. Ia berharap semua dapat menyesuaikan diri di tengah pandemi yang belum berakhir ini.

“Diharapkan kerja sama semua pihak. Tentu kita semua ingin segera normal. Kita tidak bisa terlalu berharap ideal tapi harus mampu beradaptasi dengan situasi saat ini, salah satu metodenya dengan internet,” katanya.

“Semua tenaga kependidikan, guru, dan orang tua diharapkan bisa menyesuaikan. Sehingga proses belajar mengajar tetap berjalan dengan lancar,”pungkas Hikmat. (Chryst/Nrl)Editor:Nas

Baca Lainnya

​Jembatani Tradisi dan Modernitas, UKM Seni Budaya UT Bogor Sukses Gelar GORES FEST 2026

16 Juni 2026 - 16:52

Ofero Pamerkan Dua Calon Produk Baru, Monster Evo dan Carria 1 di Jakarta Fair 2026

16 Juni 2026 - 11:01

Bupati Subandi Ajak Orang tua Perkuat Pengawasan Anak di Era Digital 

15 Juni 2026 - 19:10

Mulai dari Depok Open Space hingga Jembatan Panus, Perempuan Berkebaya Susuri Jejak Sejarah Kota

15 Juni 2026 - 16:50

News Trending DEPOK