Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

NASIONAL

Soal RUU-HIP, Mahfud MD: Kyai dan Ulama Madura Diminta Bantu Jaga Kondusifitas Negara

LOGOS TNbadge-check

Suasana silaturahmi Menkopolhukan dengan para Kyai dan Ulama se-Madura (Ist)

Madura, transnews.co.id- Menkopolhukam Mahfud MD, bersilaturahmi dengan para Kyai dan Ulama se-Madura Jawa Timur di Pendopo Agung Bangkalan Madura, Sabtu (27/6/2020)

Mahfud MD menyebutkan, saat ini sedang ramai membincangkan RUU Haluan ideologi Pancasila (HIP). Karena mendapat protes dan penolakan dari berbagai elemen masyarakat.

Penolakan RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) ini menjalar ke mana-mana. Majelis Ulama NU Muhammadiyah. Semuanya lalu ramai seperti sekarang, memang penolakan pertama kali datang secara perorangan (medsos). Namun penolakan saat ini datang dari elemen masyarakat secara kolektif serta menyebutkan identitas diri mereka.

“Saya dapat informasi itu tengah malam dari Imam Marsudi dari staf saya, yang melakukan penolakan ini dari ulama,” kata Mahfud MD, dalam sambutannya di hadapan para kiai dan ulama se Madura. 

Sementara ketika penolakan itu disampaikan, Pemerintah itu belum membaca Rancangan Undang-undang. Karena Undang-undang itu asalnya dari DPR. Saya sebagai pemerintah yang ditugasi untuk itu baru membaca rancangan undang-undang itu tanggal 10, karena oleh Presiden dikirim kepada saya tanggal 8 di buat suratnya Tanggal 9 sampai di meja saya tanggal 10.

“Baru tanggal 11 saya undang para Menteri terkait membahas itu dan benar masalah-masalah yang dipersoalkan itu memang agak sensitif,”ungkap Mahfud.

Mahfud berharap, Kyai serta Ulama di Madura bisa membantu Pemerintah guna menjaga kondusifitas Negara. Terlebih lagi saat ini, menghadapi pandemi Covid19,”pinta Mahfud. 

Turut mendampingi Mahfud, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Dr. Mohammad Fadil Imran, M,Si dan Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Widodo Iryansyah.

Selepas mendampingi Menkopolhukam, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Dr. Mohammad Fadil Imran, M,Si dan Pangdam V Brawijaya melanjutkan kegiatan dengan membagikan Masker kepada Ponpes Syaichona Moch. Cholil, Bangkalan sebanyak 10.000 (sepuluh ribu) buah bagi para santri.

Selain membagikan masker kepada para santri, Kapolda Jatim memberikan semangat kepada para santri untuk dapat selalu menjaga kesehatan di massa pandemi Covid19.

Selain itu, Kapolda Jatim mengajak para santri untuk tetap mentaati Protokol Kesehatan disaat pandemi Covid19.***(Nas) 

Baca Lainnya

​Jembatani Tradisi dan Modernitas, UKM Seni Budaya UT Bogor Sukses Gelar GORES FEST 2026

16 Juni 2026 - 16:52

Ofero Pamerkan Dua Calon Produk Baru, Monster Evo dan Carria 1 di Jakarta Fair 2026

16 Juni 2026 - 11:01

Bupati Subandi Ajak Orang tua Perkuat Pengawasan Anak di Era Digital 

15 Juni 2026 - 19:10

Mulai dari Depok Open Space hingga Jembatan Panus, Perempuan Berkebaya Susuri Jejak Sejarah Kota

15 Juni 2026 - 16:50

News Trending DEPOK