Tak Kunjung Diperbaiki Pengembang: Warga Perum Arjawinangun Permai Cirebon Aspal Jalan Hasil Swadaya

Cirebon,transnews.co.id- Warga masyarakat perumahan Permai khususnya warga RW.11 Desa Arjawinangun Kecamatan Arjawinangun Kabupaten Cirebon Jawa Barat, melakukan pengaspalan untuk perbaikan akses jalan dari pintu masuk menuju Perumahan Arjawinangun Permai sepanjang kurang lebih 1 kilo meter.

Ketua RW 11 H. Manung sekaligus Inisiator penggerak perbaikan jalan itu Sabtu (6/2/2021) menjelaskan, pelaksanaan gotong royong perbaikan dan pengaspalan jalan akses menuju perumahan Permai ini dilaksanakan dimulai hari Jum’at kemarin.

“Anggaran perbaikan jalan biayanya murni dari hasil Swadaya murni warga masyarakat perum Permai pada umumnya dan wabil khusus warga RW.11,”jelasnya

H. Manung mengungkapkan,deperti kita ketahui bersama bahwa akses jalan vital menuju perum Permai sudah lama sekali kondisinya rusak parah ditambah lagi saat ini musim penghujan.

Selama ini jalan itu tidak kunjung adanya perbaikan yang seharusnya tanggungjawab dari Pengembang atau Deplover PT LIMA SEKAWAN sejak tahun 1995 sebagai kewajiban untuk Fasilitas Umum.

“Kami warga perum ini sudah 90 Persen lunas akad. Entah kenapa hingga kini jalan itu tidak diperbaiki,”kata H. Manung,seraya meminta pihak Pemda setempat melalui Desa dan Kecamatan agar memperhatikan warga perumahan seperti bantuan perbaikan irigasi dan jalan lingkungan.

Kepala Desa (Kuwu) Arjawinangun Abdullah saat ditemui dikediamannya Sabtu (6/2/2021) mengungkapkan pihaknya mengapresiasi terhadap warga masyarakat perum Permai yang begitu antusias dan kompak gotongroyong memperbaiki akses jalan menuju Perumahan Permai Arjawinangun melalui dana swadaya.

“Saya mengapresiasi pembangunan jalan itu apalagi anggarannya dari hasil Swadaya murni masyarakat,walaupun seadanya namun mampu memperbaiki jalan vital tersebut yang sangat bermanfaat dan dibutuhkan oleh warga masyarakat Desa Arjawinangun khususnya warga Perum Permai,”ungkapnya.

Kuwu meminta kepada Warga Masyarakat hendaknya paradigma kekompakan, kebersamaan dan kegotongroyongan itu untuk terus dipicu serta dibudayakan,” papar Abdullah.

Diakui Kuwu Abdullah, terkait Pengembang Perumahan BTN Permai hingga saat ini belum ada penyerahan ataupun pelimpahan kewenangan Fasos dan Fasum ke pihak Desa.

“Saya sendiri menjadi Kuwu terhitung sejak tahun 2015.Sebelum saya menjadi Kuwu pun Perumahan BTN Permai itu sudah ada. Kalau tidak salah sejak dari tahun 1995 adanya perum tersebut,”bebernya.

Perlu diketahui sambung Kuwu Abdulah, pihak desa tidak dapat menggunakan Anggaran Dana Desa untuk memperbaiki akses jalan itu, karena jalan itu masuk Fasilitas Umum (Fasum) yang kewenangannya ada di piihak Pengembang bersama Pemda.

Hingga saat ini Fasum itu sudah 26 tahun terhitung dari tahun 1995 hingga 2021 belum ada penyerahan atau pun pelimpahan aset ke pihak Desa.

“Hal inilah yang menjadi beban moril bagi saya selaku Kepala Desa terhadap warga masyarakat khususnya warga masyarakat BTN Permai,”pungkasnya.(Gun) Editor:Nas

Loading

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel dan/ atau berita tersebut di atas, Silahkan mengirimkan sanggahan dan/atau koreksi kepada Kami, sebagai-mana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers melalui email: transnewsredaksi@gmail.com