Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

PERISTIWA

Tari Seudati Penutup Borobudur Internasional Arts and Performance Festival 2019

LOGOS TNbadge-check

TN.MAGELANG- Pagelaran Borobudur Internasional Arts and Performance Festival 2019 ditutup dengan penampilan tari Seudati dari Aceh. Tarian tersebut dibawakan oleh sanggar Rumoh Budaya yang merupakan sanggar seni binaan Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA).

Mereka tampil bergantian dengan tarian lainnya dari setiap daerah di Jawa Tengah dan Provinsi lainnya antara lain DKI Jakarta, Banten, dan kesenian dari luar negeri. Provinsi Aceh sendiri menjadi salah satu daerah yang mendapatkan kesempatan untuk berpartisipasi dalam acara itu.

“Selain Seudati, malam kemarin Aceh juga tampil memukau di hadapan warga Magelang. Kali itu, Aceh menampilkan tarian Ratoh Jaroe yang dibawakan putra-putri terbaik dari Aceh,” kata Kepala BPPA, Almuniza Kamal, Minggu, (7/7/19).

Kepala BPPA Almuniza Kamal mengatakan, kegiatan tahunan Internasional Arts and Performance Festival 2019 adalah ajang representatif kebudayaan antar Provinsi yang digelar dengan tujuan mempromosikan kesenian dan kebudayaan yang ada di Indonesia.

“Ajang tersebut menjadi perhelatan paling ditunggu-tunggu oleh pelaku seni, karena mampu menyatukan keberagaman yang ada di Indonesia. Aceh sendiri berhasil tampil memukau dan menghibur para undangan serta wisatawan yang tengah melancong ke Candi Borobudur,” ujarnya.

Diakhir tarian, delapan orang penari ditambah dua Aneuk Syahi menghampiri Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sri Puryono dan membagikan cindera mata berupa kopi Aceh yakni Bawadi Coffe, salah satu produk Industri Kecil Menangah (IKM) dari Aceh yang bekerjasama dengan BPPA.

“Ini ada oleh-oleh kopi pak, dari Aceh, mohon diterima, pak,” ujar salah satu penari, Yusri Saleh sambil menyodorkan bungkusan kopi yang diterima Sekda Provinsi Jawa Tengah dengan wajah sumrigah.

Almuniza berharap, ajang Borobudur Internasional Arts and Performance Festival 2019 dan ajang kesenian lainya dapat menjadi pintu masuk untuk publik nasional dan internasional mengenal Aceh dan menjadi penyemangat serta energi terbarukan bagi dunia pariwisata di Aceh.

“Kebangkitan Aceh di masa depan dimulai dari seni dan budayanya. Dan sudah seharusnya bangkitnya Aceh dimulai dari melestarikan kebudayaan dan kesenian,” ujarnya.*** (PG)

Delapan orang penari dan dua Aneuk Syahi (syekh) saat menampilkan tari Seudati pada acara penutupan Borobudur Internasional Arts and Performance Festival 2019. Selain Seudati, Aceh juga menampilkan tari Ratoh Jaroe pada malam sebelumnya. (Foto: BPPA/ Saifullah S)


Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Hadiri Tahlil dan Pengajian Muslimah Haul Sunan Ampel ke-549

7 Februari 2026 - 19:40

Pemkab Sidoarjo Kebut Perbaikan Jalan Berlubang

7 Februari 2026 - 19:37

Bupati Subandi Gaspol Perbaikan Jalan Rusak, Target Rampung Sebelum Lebaran

7 Februari 2026 - 19:34

Buka Muswil IX PPP Jateng, Mardiono Tegaskan Fokus Partai pada Kesejahteraan dan Ekonomi Rakyat

7 Februari 2026 - 19:12

News Trending DAERAH