Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

Tingkatkan Nilai Tambah, Kementan Arahkan Petani Tabanan Lakukan Hilirisasi Pertanian

LOGOS TNbadge-check


					Tingkatkan Nilai Tambah, Kementan Arahkan Petani Tabanan Lakukan Hilirisasi Pertanian Perbesar

Tambanan, Transnews.co.id – Kementerian Pertanian mengajak para petani di Kabupaten Tabanan, Bali, untuk melakukan hilirisasi pertanian. Dengan hilirisasi, petani bisa menaikkan nilai jual produk dan akan memberikan tambahan pendapatan. Hal ini turut didukung oleh Bupati Tabanan.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, petani sudah harus membuka diri terhadap ilmu dan pengetahuan baru.

“Saat ini, tuntutan untuk pertanian sangat luar biasa. Pertanian harus menyediakan pangan bagi masyarakat. Tetapi, petani juga harus memikirkan cara untuk meningkatkan pendapatan. Oleh karena itu, petani harus bisa mengelola pertanian dari hulu sampai hilir,” katanya.

Penekanan mengenai pentingnya hilirisasi pertanian juga disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, saat bertemu Bupati Tabanan.

“Petani tidak boleh hanya mengetahui cara tanam, panen, jual. Petani harus tahu lebih dari itu. Petani harus mengerti pertanian dari hulu sampai hilir,” katanya.

Menurutnya, petani di Tabanan telah diarahkan untuk meningkatkan hilirisasi pertanian.

“Di Tabanan, Bupati sudah mengarahkan hilirisasi pertanian untuk meningkatkan nilai tambah. Tentu saja ini kabar baik,” katanya.

Dedi Nursyamsi menambahkan, 70 sampai 80% masyarakat Tabanan hidup dari sektor pertanian.

“Oleh karena itu, produktivitas harus ditingkatkan. Utamanya produktivitas pertanian seperti padi, sayuran, kakao, manggis, salak dan lainnya. Produk pertanian ini memang sudah tinggi, karena tanah subur dan teknologi sudah maju. Tapi tetap harus ditingkatkan,” katanya.

Selain memenuhi pasar di Bali, produk pertanian dari Tabanan juga dikirim ke Jawa, Sulawesi, bahkan ekspor ke mancanegara.

Hanya saja, Dedi berharap agar petani tidak menjual produk bahan mentah atau row material. Alasannya. harga jualnya rendah. Akibatnya, keuntungan yang didapat petani pun rendah.

“Oleh karena itu, kita meminta Pemkab Tabanan untuk terus mengarahkan petani agar menggarap hilirisasi agar keuntungan meningkat. Misal kakao, jika petani jual dalam bentuk biji fermentasi dengan harga Rp 40.000 – Rp 50.000/kg, harus diupayakan agar petani mengolah biji itu menjadi serbuk kakao. Lalu olah lagi menjadi pasta baru dijual. Pasti harga dan keuntungan petani meningkat,” katanya.

Begitu pula manggis. Dedi menyarankan petani tidak langsung jual buah segar. “Arahkan agar manggis digrading dulu lalu buat ekstrak manggis baru dijual, sehingga petani bisa mendapatkan nilai tambah yang menguntungkan”, tutup Dedi.

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Siagakan OPD Hadapi Mudik Lebaran 2026, WFA Diterapkan Tanpa Ganggu Layanan Publik

18 Maret 2026 - 20:02

Pemkab Sidoarjo Berangkatkan 1.400 Pemudik Gratis, Siapkan 28 Bus ke 5 Rute Favorit

18 Maret 2026 - 20:00

Jelang Lebaran 2026, Forkopimda Jepara Pastikan Stok Pangan dan Energi Aman

17 Maret 2026 - 21:39

Semarak Ramadhan, Grup Senam Aerobik Saigo Jepara Gelar Buka Bersama untuk Pererat Silaturahmi

16 Maret 2026 - 21:52

News Trending DAERAH