Menu

Otomatis

PERISTIWA

Wagub Jabar : Angka Penduduk Miskin Di Jabar Turun Dari 7,45 Persen Menjadi 6,91 Persen

LOGOS TNbadge-check

Wagub Jabar : Angka Penduduk Miskin Di Jabar Turun Dari 7,45 Persen Menjadi 6,91 Persen Perbesar

Bandung,Transnews-Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum disela sela Rapat Koordinasi dengan para Kepala Daerah di Hotel El-Royale kota Bandung, Kamis (31/10/19) mengungkapkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) terkait angka kemiskinan di Jabar pada tahun 2018 mencapai 7,54 persen dari jumlah penduduk atau 3,61 juta jiwa.

“Sedangkan pada 2019, angka kemiskinan menurun menjadi 6,91 persen dari jumlah penduduk atau 3,4 juta jiwa,” Ungkapnya.

Pemdaprov Jabar dengan Pemerintah Kabupaten/Kota,kata Uu telah melakukan berbagai upaya untuk menekan angka kemiskinan. Misalnya, mengalokasikan anggaran untuk jaminan kesehatan masyarakat miskin melalui kepesertaan BPJS.

“Kami telah melakukan upaya penanggulangan kemiskinan melalui berbagai pendekatan program dan kegiatan. Misalnya dari aspek perlindungan sosial kami mengalokasikan anggaran untuk jaminan kesehatan masyarakat miskin lewat kepesertaan penerima bantuan iuran BPJS,” katanya.

Kemudian, Pemdaprov Jabar mengalokasikan anggaran untuk perbaikan rumah tidak layak huni (Rutilahu) dan meningkatkan peran masyarakat dalam pembangunan penguatan akses permodalan dan sikronisasi penanggulangan kemiskinan.

“Selain upaya-upaya tersebut juga ada berbagai program unggulan seperti Kredit Mesra, One Pesantren One Product, One Village One Company, Desa Digital dan program pengembangan kepariwisataan,” ucap Uu.

Menurutnya,penguatan sinergi semua pihak dalam mempercepat penanggulangan kemiskinan sangat diperlukan. Maka itu, Pemdaprov Jabar menerapkan konsep kolaborasi Pentahelix ABCGM (Akademisi, Badan Usaha, Komunitas, Pemerintah, dan Media).

Kata Uu, ada tiga instrument yang dapat diterapkan untuk menyinergikan berbagai program dengan kegiatan penanggulangan kemiskinan di Jabar, seperti rencana aksi daerah, aplikasi sistem informasi kesejahteraan sosial next generation, dan km 0 pro poor.

“Ketiganya menjadi satu kesatuan instrumen yang dapat menyinergikan penyelenggaraan penanggulangan kemiskinan di daerah,” kata Uu mengakhiri.(Nas/HMS)

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Pemkot Depok Bayar UGK Pelebaran Jalan Sawangan Rp58 M

15 Sep 2026 - 21:52 WIB

Pemkot Depok Bayar UGK Pelebaran Jalan Sawangan Rp58 M

Cegah Kepanikan Megathrust, Pakar UPER Tekankan Pentingnya Literasi Informasi Bencana

14 Sep 2026 - 21:10 WIB

Cegah Kepanikan Megathrust, Pakar UPER Tekankan Pentingnya Literasi Informasi Bencana

Pengamat Sebut Layanan Biskita Depok Tak Menyasar Masyarakat Kelas Bawah

14 Sep 2026 - 11:50 WIB

Pengamat Sebut Layanan Biskita Depok Tak Menyasar Masyarakat Kelas Bawah

​BNI Beyoutiful Symphony Festival 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Edukasi Estetika Berbasis Sains

12 Sep 2026 - 19:04 WIB

​BNI Beyoutiful Symphony Festival 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Edukasi Estetika Berbasis Sains

Peringati Harpelnas, Asasta Depok Adakan Asasta Fun Run 2026

12 Sep 2026 - 18:47 WIB

Peringati Harpelnas, Asasta Depok Adakan Asasta Fun Run 2026

Tirta Asasta Perluas Cakupan Pelayanan Air Bersih Melalui Pembangunan IPA

12 Sep 2026 - 18:44 WIB

Tirta Asasta Perluas Cakupan Pelayanan Air Bersih Melalui Pembangunan IPA
Trending di DEPOK