Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

NASIONAL

PGRI Jatim Minta, Kemendikbud RI Lakukan Pemetaan Sebelum Ajaran Baru

LOGOS TNbadge-check

Surabaya,transnews.co.id-Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Jawa Timur, Teguh Sumarno mengharapkan Kementerian Pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia, melakukan pemetaan sebelum pelaksanaan awal ajaran baru jika perencanaanya di mulai bulan Juli 2020 mendatang.

“Pemetaan dimaksud mengajak rembukan Kepala Dinas Pendidikan di tingkat Provinsi dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota di Indonesia, mengingat awal ajaran baru di tengah virus corona yang masih berjalan, sehingga orientasi utama adalah keselamatan kesehatan.Sebab status Provinsi serta Kabupaten/Kota berbeda-beda dalam hal kasus penyebaran virus corona,”ujar Teguh melalui pesan rilis yang diterima redaksi,Rabu (27/5/2020).

Menurut mantan Rektor Universitas Banyuwangi ini, setelah dilakukan pemetaan, misalnya Jawa Timur yang terdiri 38 Kabupaten/Kota, akan diketahui daerah mana yang masih zona merah dan zona hijau berdasarkan rekomendasi gugus tugas masing-masing daerah.

Baru ditentukan zona merah masih belum bisa mulai awal ajaran baru karena resiko penyebaran masih tinggi sehingga menimbulkan kluster baru.

Sementara zona hijau diperbolehkan masuk sekolah dengan melaksanakan protokol kesehatan dengan baik dan konsisten di awasi guru.

“Aturannnya harus jelas untuk juklak bisa dibuat oleh Kemendikbud karena sifatnya global, sedangkan Juknis akan dibuat Kadiknas Provinsi bersama-sama Kadiknas masing-masing Kabupaten/Kota karena disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah dalam situasi pandemi,”ujarnya.

Sementara itu, Dosen Unesa dari Fakultas Ilmu Keolahragaan, Dr.Suroto mendukung pernyataan Ketua PGRI Jatim bahwa untuk masuk sekolah dan teknis pelaksanaan di lapangan tidak bisa diseragamkan, karena punya cara masing-masing sesuai ke arifan lokal, kalau protokol kesehatan bisa diseragamkan jaga jarak, pakai masker, cuci tangan,”ujarnya.(Ichwan) Editor:Nas

Baca Lainnya

Mayat Pria Bertato Segitiga Ditemukan Mengapung di Perairan Kembang, Jepara

10 Maret 2026 - 09:43

Polsek Kalinyamatan Evakuasi Jasad Anak 10 Tahun yang Tenggelam di Sungai Setanjung

10 Maret 2026 - 03:52

Gelar Santunan Ramadhan 1447 H, MT Silaturahmi Kota Depok & Tasya Lovers Santuni 50 Anak Yatim

9 Maret 2026 - 23:11

PLN UIT JBB Berhasil Energize Busbar GISTET 500 kV Priok

9 Maret 2026 - 20:12

News Trending EKBIS