Menu

Otomatis

DAERAH

Seperti Exploitasi Galian C: Das Citarum Karawang-Bekasi Tercemar, Banyak Ikan Mati

LOGOS TNbadge-check

Seperti Exploitasi Galian C: Das Citarum Karawang-Bekasi Tercemar, Banyak Ikan Mati Perbesar

Kab Bekasi,TransNews.co.id-Sekalipun sudah ada peraturan Presiden No.15 tahun 2018 tentang percepatan pengendalian pencemaran dan kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum serta anggaran mencapai ratusan milyaran rupiah, untuk operasional penanganan aksi percepatan pengendalian pencemaran dan kerusakan daerah aliran sungai, akan tetapi dialiran sungai tersebut secara kasat mata Citarum masih tercemar.

Hasil pantauan koordinator liputan Trans News.co.id serta dari hasil konfirmasi kepada beberapa masyarakat yang berdekatan dengan sungai Citarum dan keterangan yang diperoleh dari petugas penyeberangan perahu di beberapa tempat tempat serta wilayah Karawang dan Bekasi,Sabtu (12/9/2020) menyebutkan bahwa hampir setiap bulannya aliran Sungai Citarum tercemar.

Kemudian apakah pencemaran diakibatkan limbah dari perusahaan atau lainnya?masyarakat mengatakan tidak persis tahu akibat dan penyebabnya yang jelas warna air hitam serta aromanya bau menyengat yang kemudian beberapa jenis ikan, Mujaer, Tawes, bang lundu, dan Jenis ikan lain banyak sekali yang mati dan mengambang.

Banyaknya jenis ikan mati terakhir hari Sabtu 12 september 2020,silahkan lihat saja langsung ke sungai,”Ujar warga,sambil menunjuk lokasi sungai.

Warga mengatakan,kenyataan tercemarnya daerah aliran sungai Citarum, juga diiringi dengan kegiatan pengexplotasian dan diduga ada penjualan aset tanah bantaran sungai Citarum secara besar besaran.

“Selain menggunakan alat berat jenis bekho dan angkutan menggunakan dump truc setara jenis colt diesel duble ban bahkan ada juga yang menggunakan angkutan armada besar seperti tronton,”ungkap warga.

Hal yang sama juga diutarakan beberapa warga Lainnya,bahwa aktivitas tersebut secara kontinue dan estapet terus berjalan tanpa hambatan,sekalipun ada warga yang memprotes dan mempertanyakan kenapa tanah bantaran dijual terus menerus hingga keluar wilayah.

“Untuk apa serta diperuntukkan apa? Kemudian dana hasil penjualan tanah bantaran tersebut kemana mengalirnya” ujar warga penuh tanya.

Hingga berita ini ditulis para pihak terkait Satgas Citarum,Bupati,Camat Kades setempat serta Gubernur belum dapat dimintai keterangannya. (Ysf) Editor:Nas

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Pemkab Sidoarjo Dukung Pembangunan Kompi Produksi Kodim 0816 untuk Perkuat Ketahanan Pangan

10 Sep 2026 - 19:01 WIB

Pemkab Sidoarjo Dukung Pembangunan Kompi Produksi Kodim 0816 untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Gelar Seminar Industri, Simenteknindo Dorong Efisiensi Industri Lewat AI

10 Sep 2026 - 15:43 WIB

Gelar Seminar Industri, Simenteknindo Dorong Efisiensi Industri Lewat AI

Bantah Tudingan Soal Anggaran Biskita, Dishub Depok Tantang Jari Pandawa

9 Sep 2026 - 21:16 WIB

Bantah Tudingan Soal Anggaran Biskita, Dishub Depok Tantang Jari Pandawa

Sekolah Rakyat Surabaya Rampung Lebih Cepat, Tampung hingga 1.000 Siswa

9 Sep 2026 - 18:50 WIB

Sekolah Rakyat Surabaya Rampung Lebih Cepat, Tampung hingga 1.000 Siswa

122 Bidang Lahan Flyover Gedangan Mulai Diukur, Pemkab Sidoarjo Kejar Pembebasan Lahan Rp 450 Milyar 

8 Sep 2026 - 21:03 WIB

122 Bidang Lahan Flyover Gedangan Mulai Diukur, Pemkab Sidoarjo Kejar Pembebasan Lahan Rp 450 Milyar 

Rumah Warga di Pengasinan Depok Hangus Terbakar, Kerugian Capai Rp120 Juta

8 Sep 2026 - 18:51 WIB

Rumah Warga di Pengasinan Depok Hangus Terbakar, Kerugian Capai Rp120 Juta
Trending di DEPOK