Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

NASIONAL

Dirjend Pol PU Kemendagri: Bawaslu Harus Bertindak Tegas

LOGOS TNbadge-check


					Dirjend Pol PU Kemendagri: Bawaslu Harus Bertindak Tegas Perbesar

Karawang, transnews.co.id-Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri,Yusharto saat menghadiri Rapat Koordinasi kesiapan Pilkada serentak 2020 ditengah tengah situasi pandemi covid 19 di Hotel Mercure Karawang, Rabu (4/11/2020) menjelaskan, rakor kesiapan pilkada dalam suasana pandemi covid 19 ini sangat penting untuk dilaksanakan meliputi sosialisasi terhadap protokol kesehatan.

“Sosialisasi terhadap langkah langkah yang harus dilakukan oleh penyelenggara pilkada dan bagaimana masyarakat turut serta berpartisipasi dalam pelaksanaan pilkada,”paparnya.

Dikatakannya, Rakor ini merupakan putaran yang ke 4 dilaksanakan di Karawang. Selama ini, sambungnya mungkin saja sosialisasi pilkada ini sudah dilakukan melalui media massa atau media sosial, tetapi untuk beberapa efek yang kita harapkan, dimana masyarakat bisa menjadi lebih turut larut dalam proses demokrasi pilkada, sehingga dapat mengetahui setiap tahapan yang sedang berlangsung diantaranya dengan melaksanakan tatap muka.

Saya berharap, pilkada yang akan dilaksanakan di Kabupaten Karawang tidak akan banyak pelanggaran pelanggaran. Sebab secara nasional tingkat pelanggaran pilkada dari 309 ribu pada kegiatan selama 30 hari pelaksanaan kampanye hanya sekitar 2,34 persen,”ungkapnya.

Sebenarnya,kata Yusharto, sekuat apapun aparat penegak hukum jika masyarakatnya tidak peduli, pasti tingkat pelanggaran akan tinggi.

“Justru kita berharap apabila masyarakat yang akan semakin peduli terhadap pelaksanaan pilkada,”kata Yusharto.

Yusharto menambahkan dalam situasi pandemi covid 19 ini perlu diyakini kepada masyarakat betapa pentingnya demokrasi pilkada ini guna mencari pemimpin yang terbaik dan memiliki pemimpin legitimid, sehingga masyarakat menjadi patuh terhadap protokol kesehatan dan ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan pilkada.

“Saya mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Kesbangpol Provinsi Jabar dalam mendekatkan layanan kepada masyarakat, terutama wilayah yang akan melaksanakan pilkada di Provinsi Jawa Barat,”ucapnya.

Terkait pelanggaran Pilkada Yusharto minta Bawaslu harus bertindak tegas. Hal ini sesuai aturan PKPU No.13 Tahun 2020. Sebab Bawaslu tidak bekerja sendirian namun dikawal kepolisian,TNI dan Sat Pol PP,”pungkasnya.

Dalam kegiatan tersebut dihadiri pula oleh Asisten Pemerintahan Setda Kab. Karawang Drs. Ahmad Hidayat, Kesbangpol, Ketua KPU, Ketua Bawaslu, unsur TNI/Polri, Kasat Pol PP,FKUB, MUI, PCNU, Muhammadiyah dan generasi milineal.

Untuk diketahui dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat ada 8 kabupaten/kota yang menyelenggarakan Pilkada serentak yang akan digelar 9 Desember 2020 mendatang.(Ful) Editor:Nas

Baca Lainnya

Peringati HUT ke-18 Sekaligus Rangkaian HUT Depok, RSUD KiSA Ajak Masyarakat Budayakan Kepedulian Lewat Donor Darah

24 April 2026 - 18:49

Tirta Kahuripan Lakukan Penanganan Gangguan Air Bersih di Tarikolot

24 April 2026 - 18:32

Bupati Subandi Soroti Minimnya Serapan Produk UMKM Lokal oleh Sekolah di Sidoarjo

24 April 2026 - 18:24

Perkuat Manajemen Risiko, BRI BO Jepara Adakan Simulasi Mitigasi Kebakaran

24 April 2026 - 18:21

News Trending DAERAH