Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

NASIONAL

Dialog Bukan Solusi Penyelesaian Konflik di Papua

LOGOS TNbadge-check


					Dialog Bukan Solusi Penyelesaian Konflik di Papua Perbesar

JAKARTA, transnewa.co.id – Peneliti senior LIPI Dr. Adriana Elizabeth menjelaskan, dalam penyelesain konflik Papua harus membentuk team work untuk menuju perdamaian yang permanen. Menurutnya, penyelesain konflik bukan dengan dialog dan juga bukan solusinya. Ia menambahkan, dialog ini adalah membentuk sebuah pendekatan. Lalu menyelesaikan masalah konflik tentu tidak sama dan perlu menyatukan perspektif sehingga terbentuk team.
“Kita harus membentuk team work untuk menuju perdamaian permanen, ” kata Adriana saat webinar bedah buku karya anak asli Papua diselenggarakan Moya Institute berjudul “Kita Semua Ingin Hidup Damai” pada 14 September 2021.

Selama ini, LIPI telah melakukan riset dan penelitian soal konflik di Papua.
Di mana penelitian LIPI dilakukan selama 4 tahun yaitu di tahun 1992 dan juga dilakukan 2004 yang didanai oleh pemerintah. Hasilnya kata dia, sama.
“Selama ini di Papua menyelesaikan konflik dengan syarat tradisional. Dan juga butuh dialog dan bentuk demokrasi lokal Papua. Jadi, permasalahan di Papua tidak bisa digeneralisasi,” katanya.

Ia menambahkan, banyak tradisi di Papua dalam berdialog secara adat seperti: tradisi Bakar Batu. Yaitu merupakan salah satu tradisi Papua yang berupa ritual memasak bersama-sama warga satu kampung yang bertujuan untuk bersyukur, bersilaturahmi. “Kenapa kita tidak lakukan tradisi seperti ini. Bahkan, Presiden Jokowi dengan tokoh Papua menyebut dialog sektoral. Jokowi tegas, saya tidak mau kalau dialog tentang merdeka. Tentunya, untuk menuju jalan damai dengan dialog dan mendengar semua pihak,”paparnya.

Dikatakannya, sejarah hukum Internasional sudah jelas Hitam Putih Papua bagian dari Indonesia.

“Tidak ada yang sama menyelesaikan konflik. Tapi kita harus membangun dan membentuk team work. Sebagai upaya yang mengarah pada perdamaian di Papua yang tercinta,” tandasnya.YN

Baca Lainnya

Atasi Lonjakan Distribusi Barang, Peneliti UPER Raih Pendanaan RIIM KI untuk Kembangkan Kendaraan Otonom Logistik

20 Maret 2026 - 10:57

Pengamanan Obvitnas PLN UPT Cikupa Siaga Jelang Libur Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 H

19 Maret 2026 - 22:12

Dugaan Oknum TNI Terlibat Penyiraman Air Keras, BEM PSI: Jangan Lindungi Pelaku!

19 Maret 2026 - 18:52

Gubernur Khofifah Siagakan OPD Hadapi Mudik Lebaran 2026, WFA Diterapkan Tanpa Ganggu Layanan Publik

18 Maret 2026 - 20:02

News Trending DAERAH