Menu

Otomatis

DAERAH

Pasok 40% Kebutuhan di Sumbar, Pasaman Barat Panen Jagung

LOGOS TNbadge-check

Pasok 40% Kebutuhan di Sumbar, Pasaman Barat Panen Jagung Perbesar

PASAMAN BARAT, Transnews.co.id – Panen jagung berhasil dilakukan di Kabupaten Pasaman Barat. Sukses ini tidak terlepas dari program IPDMIP Kementerian Pertanian yang bertujuan meningkatkan produktivitas di daerah irigasi.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, panen jagung ini bisa menjaga ketahanan pangan.

“Dengan panen jagung, kita memperkuat diversifikasi pangan lokal. Yang artinya, ketahanan pangan bisa turut terjaga,” katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, menegaskan hal serupa.

“Tantangan yang harus kita hadapi adalah memenuhi kebutuhan pangan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, peningkatan produktivitas harus dilakukan. Termasuk lewat peningkatan produktivitas jagung,” katanya.

Panen jagung di Kabupaten Pasaman Barat disampaikan Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan  Kabupaten Pasaman Barat, Saridin.

Menurutnya, Kabupaten Pasaman Barat adalah pemasok jagung, sekitar 40% dari Produksi se Sumatera Barat.

“Saat ini, dari segi harga berkisar Rp 4 ribu sampai Rp 5 ribu di tingkat petani. Sedangkan harga ditingkat konsumen seperti peternak ayam di Kabupaten 50 Kota, berkisar Rp ribu 5 sampai Rp 6 ribu per kilo,” katanya.

Menurut Saridin, harga tersebut cukup baik. Karena, rata-rata modal Rp 11 juta sampai Rp 12 juta perhektar  dan produksi rata-rata 5 sampai 6 ton bisa  meraup keuntungan Rp 8 juta hingga Rp 10 juta permusim tanam, atau sekitar 4 bulan.

“Untuk  produksi di Kabuaten Pasaman Barat, rata rata 6 ton perhektare. Jumlah ini dikali rata-rata 3.000 hektare perbulan, dan ada sekitar 18.000 ton perbulan. Jadi di Kabuaten Pasaman Barat, ada sekitar 432.000 ton pertahun,” terangnya.

Untuk panen yang dilakukan saat ini, Demplot betras 7 ranah batahan, dengan hasil ubinan 2,5 x 2,5 M.

Jumlah rumpun atau batang yang dipanen ada 41 dengan berat hasil ubinan 8,2 kg tongkolan. Berat pipilan mencaai 5.82 kg, dengan produksi perhektar mencapai 9.3 ton.(ez)

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Pemkab Sidoarjo Dorong Flyover Gedangan Enam Jalur, Target Tahan Macet hingga 30 Tahun

23 Sep 2026 - 11:27 WIB

Pemkab Sidoarjo Dorong Flyover Gedangan Enam Jalur, Target Tahan Macet hingga 30 Tahun

Sebanyak 3.000 Peserta Ramaikan Haornas Jatim 2026, Olahraga Inklusif Tak Lagi Sekadar Seremonial

21 Sep 2026 - 19:10 WIB

Sebanyak 3.000 Peserta Ramaikan Haornas Jatim 2026, Olahraga Inklusif Tak Lagi Sekadar Seremonial

Sebanyak 7.223 Rumah di Sidoarjo Teraliri Jargas, Pemkab Usulkan 10.500 Sambungan Baru

18 Sep 2026 - 21:49 WIB

Sebanyak 7.223 Rumah di Sidoarjo Teraliri Jargas, Pemkab Usulkan 10.500 Sambungan Baru

Tiga Raperda Diajukan, Subandi Tekankan APBD Sidoarjo Harus Efektif dan Transparan

17 Sep 2026 - 20:01 WIB

Tiga Raperda Diajukan, Subandi Tekankan APBD Sidoarjo Harus Efektif dan Transparan

Pemkab Sidoarjo Dukung Pembangunan Kompi Produksi Kodim 0816 untuk Perkuat Ketahanan Pangan

10 Sep 2026 - 19:01 WIB

Pemkab Sidoarjo Dukung Pembangunan Kompi Produksi Kodim 0816 untuk Perkuat Ketahanan Pangan

122 Bidang Lahan Flyover Gedangan Mulai Diukur, Pemkab Sidoarjo Kejar Pembebasan Lahan Rp 450 Milyar 

8 Sep 2026 - 21:03 WIB

122 Bidang Lahan Flyover Gedangan Mulai Diukur, Pemkab Sidoarjo Kejar Pembebasan Lahan Rp 450 Milyar 
Trending di DAERAH