Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

Bocah Korban APG Gunung Semeru Dibekali Kesiapsiagaan Materi Melalui Donggeng, Menyanyi Dan Bermain Sulap

LOGOS TNbadge-check


					Bocah Korban APG Gunung Semeru Dibekali Kesiapsiagaan Materi Melalui Donggeng, Menyanyi Dan Bermain Sulap Perbesar

Jember, Transnews.co.id – Anak anak korban awan panas guguran (APG) gunung semeru, menjadi perhatian Palang Merah Indonesia bersama komunitas Dongeng Kepompong Indonesia untuk memberikan edukasi tentang kesiapsiagaan bencana, Selasa (21/12/2021)

Kegiatan edukasi sekaligus trauma healing tersebut diberikan oleh pemateri dengan harapan bisa menghilangkan trauma anak pasca bencana awan panas guguran gunung semeru yang terjadi beberapa pekan kemarin.

SMPN 2 Pronojiwo dan Posko Baznas dijadikan tempat kegiatan untuk menambah wawasan anak akan kesiapsiagaan bencana. “Agar mereka siap siaga dan mampu menyelamatkan diri sendiri jika sewaktu waktu terjadi bencana”, kata Yudi Agus Priyanto dari Komunitas Dongeng Kepompong Indonesia.

Kegiatan tersebut sebagai wujud solidaritas terhadap mereka yang mengalami musibah bencana APG Gunung Semeru. Materi diberikan dengan suasana yang santai sehingga mudah dipahami oleh anak anak korban bencana.

Selain kesiapsiagaan bencana, di kegiatan tersebut juga diberikan wawasan bagaimana menjaga kebersihan dan kesehatan khususnya protokol kesehatan dengan menerapkan 5 M sehingga anak anak terhindar dari paparan covid-19 yang hingga kini masih diwaspadai.

“Hari ini sosialisasi kesiapsiagaan bencana dengan metode bercerita, diharapkan dengan metode ini yang seharusnya serius tapi menjadi menyenangkan dan cocok untuk anak-anak. Selain itu kita bagikan Snack dan doorprize untuk anak-anak “ungkap Charlie, salah satu dari pemateri.

“Selain mengedukasi juga menanamkan kesiapsiagaan pada anak sejak dini, bahwasanya anak juga perlu siap, siaga terhadap dampak bencana karena memang tinggal di lingkungan yang rawan bencana,” tutupnya. (lrfak)

Baca Lainnya

DPW SWI Jatim dan Wartawan Malang Raya Gelar Bakti Sosial di Panti Asuhan Mubarot NU Kepanjen

23 Mei 2026 - 20:09

Ngopi Bareng Bupati di Sumanding, Pemkab Jepara Dorong Desa Kopi Jadi Destinasi Wisata Baru

23 Mei 2026 - 13:57

Pembangunan SR Jawa Timur 1 di Gresik di Kebut, Progres Capai 60,45 Presen

22 Mei 2026 - 20:44

Munas SWI di Boyolali, Andrie Once Dorong Wartawan Miliki Jiwa Entrepreneur

21 Mei 2026 - 21:59

News Trending DAERAH