Menu

Otomatis
Breaking News

DAERAH

Perkuat Ketahanan Informasi, Kemenko Polkam Gelar Forum Koordinasi Media Bejo’s

LOGOS TNbadge-check

Para narasumber Forum Koordinasi dan Sinkronisasi Penguatan Kebijakan Media Massa yang Bertanggungjawab, Edukatif, Jujur, Objektif, dan Sehat Industri (BEJO’S) di Semarang. (jatengprov.go.id) Perbesar

Para narasumber Forum Koordinasi dan Sinkronisasi Penguatan Kebijakan Media Massa yang Bertanggungjawab, Edukatif, Jujur, Objektif, dan Sehat Industri (BEJO’S) di Semarang. (jatengprov.go.id)

SEMARANG, transnews.co.id || Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) melalui Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi dan Informasi menggelar Forum Koordinasi dan Sinkronisasi Penguatan Kebijakan Media Massa yang Bertanggung Jawab, Edukatif, Jujur, Objektif, dan Sehat Industri (BEJO’S) di di Hotel Gumaya Semarang, Kamis (13/11).

Kemenko Polkam menegaskan bahwa media memiliki peran vital sebagai pilar demokrasi dan benteng moral bangsa.  Media bukan hanya penyampai informasi, tetapi penjaga nurani publik dan jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.

“Dalam konteks pembangunan nasional, media berintegritas adalah kekuatan moral dan intelektual yang menopang stabilitas politik, sosial, dan keamanan nasional,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi dan Informasi, Marsekal Muda Eko D. Indarto yang disampaikan oleh Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi dan Informasi, Marsekal Pertama Arifien Sjahrir.

Menurutnya, forum ini menjadi wadah strategis lintas kementerian/lembaga, akademisi, industri media, serta organisasi pers untuk memperkuat kebijakan komunikasi dan tata kelola media nasional yang berintegritas, profesional, dan berpihak pada kepentingan publik.

Arifien juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi dunia media di era digital, mulai dari disinformasi, clickbait journalism, hingga tekanan algoritma dan kepentingan ekonomi-politik yang dapat menggerus integritas pemberitaan.

Menurutnya, kondisi ini menuntut penguatan tata kelola media serta penerapan nilai-nilai BEJO’S secara konsisten.

Arifien menyampaikan, nilai-nilai BEJO’S (Bertanggung jawab, Edukatif, Jujur, Objektif, dan Sehat Industri) bukan sekadar jargon, tetapi pedoman strategis untuk membangun ekosistem media nasional yang kredibel dan menyejahterakan.

“Melalui BEJO’S, kita ingin memastikan media tumbuh secara sehat, independen, dan berpihak pada kepentingan bangsa. Media harus menjadi instrumen edukatif dan perekat kebangsaan, bukan alat polarisasi,” tambahnya.

Arifien Sjahrir mengajak seluruh pihak untuk menjadikan semangat BEJO’S sebagai gerakan bersama lintas sektor.

“Nilai BEJO’S harus hidup dalam ruang redaksi, ruang kuliah, ruang rapat kebijakan, hingga ruang publik digital. Sinergi kita hari ini adalah langkah penting menuju ekosistem media nasional yang kuat, sehat, dan berintegritas,” pungkasnya.

Forum ini menghadirkan sejumlah narasumber nasional, di antaranya Amin Shabana (Komisioner KPI Pusat), Muhammad Jazuli (Anggota Dewan Pers), Yunes Herawati (Perencana Madya, Direktorat IKPD Kementerian PPN/Bappenas), serta Farida Dewi Maharani (Plt. Direktur Ekosistem Media Kementerian Komunikasi dan Digital) yang turut hadir secara daring.

Kegiatan juga diikuti oleh perwakilan instansi daerah, civitas akademika, media massa, dan organisasi pers se-Jawa Tengah.

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

DPW SWI Jatim Gelar RPP, Perkuat Organisasi Periode 2026–2031

8 Agu 2026 - 15:23 WIB

DPW SWI Jatim Gelar RPP, Perkuat Organisasi Periode 2026–2031

Jawab Tantangan Sampah Nasional, Inovasi Netrash UPER Bantu Pengelolaan Bank Sampah

6 Agu 2026 - 20:45 WIB

Jawab Tantangan Sampah Nasional, Inovasi Netrash UPER Bantu Pengelolaan Bank Sampah

Sebanyak 60 Remaja Sidoarjo Terpapar HIV, Dinkes Gencarkan Edukasi di Sekolah

6 Agu 2026 - 20:03 WIB

Sebanyak 60 Remaja Sidoarjo Terpapar HIV, Dinkes Gencarkan Edukasi di Sekolah

Jumantoro Terpilih Sebagai Ketua DPC Projo Jember Secara Aklamasi 

6 Agu 2026 - 12:44 WIB

Jumantoro Terpilih Sebagai Ketua DPC Projo Jember Secara Aklamasi 
News Trending DAERAH