Menu ✖

Otomatis

DAERAH

FKPM Mambak Kecam Akun Facebook yang Rendahkan Martabat Ratu Kalinyamat Jepara

Avatar photobadge-check

FKPM Mambak Kecam Akun Facebook yang Rendahkan Martabat Ratu Kalinyamat Jepara Perbesar

FKPM Mambak Kecam Akun Facebook yang Rendahkan Martabat Ratu Kalinyamat Jepara

JEPARA, transnews.co.id – Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) Desa Mambak, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara, mengecam keras unggahan sebuah akun Facebook bernama Gendon Nyess yang dinilai telah merendahkan martabat pahlawan wanita Jepara, Ratu Kalinyamat, melalui narasi tidak pantas dan melecehkan nilai sejarah serta budaya lokal.

Unggahan tersebut menampilkan foto seorang perempuan berbusana adat yang menyerupai sosok Ratu Kalinyamat, disertai kalimat bernada penghinaan dengan istilah yang dianggap tidak senonoh dan merendahkan.

Konten itu segera memantik kemarahan publik, khususnya masyarakat Jepara yang selama ini menjunjung tinggi Ratu Kalinyamat sebagai pahlawan nasional, simbol keberanian, kepemimpinan, dan kehormatan perempuan Nusantara.

Ketua FKPM Mambak, Zamroni, menegaskan bahwa unggahan tersebut bukan sekadar opini pribadi, melainkan telah masuk ke ranah pelecehan simbol sejarah dan pencemaran nama baik tokoh perjuangan, yang berpotensi menimbulkan keresahan sosial.

“Ratu Kalinyamat adalah pahlawan wanita Jepara, simbol perlawanan terhadap penjajahan dan ketidakadilan. Menyebut atau menggambarkan beliau dengan istilah tidak bermoral adalah bentuk penghinaan terhadap sejarah, budaya, dan jati diri masyarakat Jepara,” tegas Zamroni dalam pernyataan sikapnya, Senin (2/2/2026).

FKPM Mambak menilai, tindakan tersebut tidak hanya mencederai nilai-nilai edukasi sejarah, tetapi juga berpotensi melanggar etika bermedia sosial, bahkan dapat ditelusuri ke arah dugaan pelanggaran hukum, khususnya terkait ujaran penghinaan dan konten yang merendahkan kehormatan tokoh publik bersejarah.

Atas peristiwa ini, FKPM Mambak menyampaikan sejumlah sikap tegas, antara lain:
1. Mengecam keras akun Facebook yang mengunggah konten tersebut.
2. Mendesak pemilik akun untuk segera menghapus unggahan dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat Jepara.

Mengimbau aparat penegak hukum untuk mencermati dan menindaklanjuti apabila ditemukan unsur pelanggaran hukum.
Mengajak masyarakat agar lebih bijak bermedia sosial serta menghormati sejarah, budaya, dan tokoh perjuangan bangsa.

“Jepara punya sejarah besar dan pahlawan yang harus dijaga kehormatannya. Media sosial bukan ruang bebas tanpa etika. Kebebasan berekspresi ada batasnya, yaitu ketika mulai merendahkan martabat orang lain dan nilai luhur daerah,” pungkas Zamroni.

Peristiwa ini menjadi tamparan keras bagi warga Jepara dan warganet secara luas, bahwa Ratu Kalinyamat bukan sekadar simbol budaya, melainkan warisan sejarah nasional yang wajib dihormati oleh seluruh elemen masyarakat, baik di dunia nyata maupun di ruang digital.

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Fakultas Keperawatan Universitas Jember, Grebek Tani Sehat di Wonosari

27 Okt 2026 - 22:21 WIB

Fakultas Keperawatan Universitas Jember, Grebek Tani Sehat di Wonosari

Atasi Banjir Sidoarjo, Kapasitas Pompa Sekardangan Naik 5 Kali Lipat, Subandi Soroti Kualitas Proyek

27 Okt 2026 - 19:52 WIB

Atasi Banjir Sidoarjo, Kapasitas Pompa Sekardangan Naik 5 Kali Lipat, Subandi Soroti Kualitas Proyek

Pembangunan SRT 2 Kota Blitar Rampung 100 Persen, Peresmian Serentak Masih Tertunda

27 Okt 2026 - 19:50 WIB

Pembangunan SRT 2 Kota Blitar Rampung 100 Persen, Peresmian Serentak Masih Tertunda

Buka UKW Perdana di Kalsel, Ketum SWI Tegaskan Komitmen Cetak Wartawan Profesional

27 Okt 2026 - 16:29 WIB

Buka UKW Perdana di Kalsel, Ketum SWI Tegaskan Komitmen Cetak Wartawan Profesional

Tiga Srikandi Komunikasi UPER Harumkan Nama Kampus di Konvensi Humas Indonesia 2026

27 Okt 2026 - 15:51 WIB

Tiga Srikandi Komunikasi UPER Harumkan Nama Kampus di Konvensi Humas Indonesia 2026

Sidak Gedung Mawar Merah Putih, Wabub Mimik Warning Kontraktor: Jangan Akali Spesifik !

26 Okt 2026 - 18:48 WIB

Sidak Gedung Mawar Merah Putih, Wabub Mimik Warning Kontraktor: Jangan Akali Spesifik !
Trending di DAERAH