JEPARA, transnews.co.id – Pesta minuman keras (miras) oplosan di sebuah warung kawasan Desa Suwawal Timur berujung maut. Sebanyak lima warga dilaporkan meninggal dunia secara beruntun, sementara tiga orang lainnya hingga kini masih menjalani perawatan intensif dalam kondisi kritis.
Peristiwa tragis ini terjadi sejak Selasa (10/2/2026) dan sontak menghebohkan masyarakat sekitar. Para korban diketahui sempat menenggak miras bersama sebelum satu per satu tumbang dengan gejala keracunan berat. Rentetan kematian yang terjadi dalam waktu singkat memicu kekhawatiran dan kemarahan publik terhadap peredaran miras oplosan yang kembali memakan korban jiwa.
Kronologi: Minum Bersama, Pulang dalam Kondisi Sekarat Berdasarkan informasi yang dihimpun, pesta miras berlangsung di sebuah warung setempat. Minuman keras yang dikonsumsi diduga bukan miras pabrikan resmi, melainkan miras oplosan yang dicampur dengan bahan berbahaya.

Tak lama setelah mengonsumsi minuman tersebut, para korban mulai mengeluhkan pusing hebat, mual, muntah, hingga sesak napas. Beberapa korban bahkan dilaporkan kehilangan kesadaran. Warga sekitar yang mengetahui kondisi tersebut langsung berupaya memberikan pertolongan dan membawa para korban ke fasilitas kesehatan terdekat.
Namun nahas, upaya medis tak sepenuhnya membuahkan hasil. Hingga kini, lima orang dinyatakan meninggal dunia. Empat korban diketahui merupakan warga Desa Suwawal Timur, sementara satu korban lainnya berasal dari Desa Tanjung. Tiga korban lain masih dirawat intensif dengan pengawasan ketat tim medis.
Diduga Kuat Keracunan Alkohol Hasil awal penyelidikan mengarah pada dugaan kuat keracunan alkohol (intoksikasi). Minuman keras yang dikonsumsi para korban disinyalir mengandung campuran zat berbahaya yang seharusnya tidak dikonsumsi manusia.
Aparat kepolisian telah mengamankan sisa miras yang diduga menjadi penyebab kematian para korban. Sampel tersebut kini menjalani uji laboratorium untuk memastikan kandungan zat kimia di dalamnya, termasuk kemungkinan adanya alkohol industri atau bahan beracun lainnya.
Polisi Benarkan Kejadian, Penyelidikan Berjalan Peristiwa pesta miras oplosan ini dibenarkan pihak kepolisian.
Melalui Kasi Humas AKP Dwi Prayitna, kepolisian memastikan kasus ini tengah ditangani secara serius.
“Benar, telah terjadi peristiwa dugaan keracunan miras oplosan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan, termasuk mengumpulkan keterangan saksi dan menelusuri asal miras yang dikonsumsi para korban,” ujar AKP Dwi Prayitna saat dikonfirmasi.
Ia menegaskan bahwa polisi tidak akan berspekulasi sebelum hasil pemeriksaan laboratorium keluar. Namun seluruh kemungkinan, termasuk adanya praktik pengoplosan dan peredaran miras ilegal, tengah didalami secara intensif.
Polisi Buru Penjual dan Pengoplos Penyelidikan kini difokuskan pada penelusuran pihak penjual, peracik, hingga jalur distribusi miras tersebut. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk pemilik warung tempat pesta miras berlangsung.
Jika terbukti terdapat unsur kesengajaan atau kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa manusia, pelaku terancam jeratan hukum pidana berat. Polisi memastikan tidak akan memberi ruang bagi praktik miras oplosan yang telah berulang kali menelan korban jiwa.
Luka Lama Terulang Lagi Tragedi ini menambah daftar panjang kasus miras oplosan di Jepara. Warga masih mengingat peristiwa serupa yang pernah terjadi di Desa Karanggondang beberapa tahun silam, yang juga menelan banyak korban jiwa.
Kejadian berulang ini memunculkan pertanyaan besar terkait efektivitas pengawasan peredaran miras ilegal di wilayah Jepara. Masyarakat mendesak aparat dan pemerintah daerah bertindak lebih tegas sebelum korban terus berjatuhan.
Alarm Keras bagi Semua Pihak Kasus ini menjadi peringatan keras bagi aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan masyarakat luas. Miras oplosan bukan sekadar pelanggaran hukum, melainkan ancaman nyata yang berulang kali merenggut nyawa manusia.
Lima orang tewas, tiga lainnya masih kritis sebuah pesta singkat yang berakhir dengan tragedi panjang di Jepara. Publik kini menanti langkah tegas aparat untuk memutus mata rantai miras oplosan yang kembali memakan korban.












