Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

Bupati Subandi Dorong Pembenahan Menyeluruh Pengelolaan Sampah di Sidoarjo

Avatar photobadge-check


					Bupati Subandi Dorong Pembenahan Menyeluruh Pengelolaan Sampah di Sidoarjo Perbesar

Bupati Subandi Dorong Pembenahan Menyeluruh Pengelolaan Sampah di Sidoarjo

SIDOARJO, transnews.co.id — Bupati Sidoarjo, Subandi, mendorong pembenahan sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh di wilayah Kabupaten Sidoarjo.

Hal tersebut disampaikan saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Tempat Pengolahan Sampah (TPS), Rabu (8/4/2026).

Adapun lokasi yang menjadi sasaran sidak antara lain TPS Desa Penatarsewu, Kecamatan Tanggulangin, serta TPS Desa Terung Kulon, Kecamatan Krian.

Dalam peninjauan di TPS Desa Penatarsewu, Subandi menemukan bahwa pengelolaan sampah belum berjalan sesuai regulasi dan telah berlangsung tanpa penanganan maksimal sejak 2013.

Ia menilai kondisi tersebut perlu segera dibenahi melalui komitmen bersama seluruh pihak terkait.

“Kita melihat pengelolaan sampah di sini masih belum tertata dengan baik. Mudah-mudahan setelah ini kita bisa menemukan solusi bersama,” ujarnya.

Selain itu, Subandi juga menyoroti ketidaksesuaian dalam penerapan retribusi sampah di masyarakat yang dinilai belum mengacu pada aturan yang berlaku. Hal tersebut berpotensi menimbulkan persoalan dalam tata kelola persampahan ke depan.

Ia menegaskan bahwa pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah desa, pengelola, dan masyarakat. Oleh karena itu, pihaknya akan mengumpulkan seluruh elemen terkait guna menyepakati langkah penanganan yang terintegrasi.

“Pengelolaan TPS ini bukan hanya tanggung jawab satu pihak, tetapi tanggung jawab bersama. Setelah ada kesepakatan, kita lakukan pembenahan secara menyeluruh,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo juga akan memberikan dukungan anggaran serta melakukan perbaikan akses menuju lokasi TPS guna menunjang efektivitas operasional pengangkutan sampah.

Selain itu, saat ini tengah dilakukan pemetaan seluruh TPS di wilayah Sidoarjo sebagai dasar penyusunan perencanaan yang lebih matang.

“Melalui pemetaan ini, kita ingin menyusun perencanaan yang terukur, termasuk penganggaran setiap tahunnya, sehingga permasalahan sampah bisa diselesaikan secara bertahap,” jelasnya.

Sementara itu, dalam sidak terpisah di TPS Desa Terung Kulon, Subandi menyoroti kondisi TPS yang tidak berfungsi optimal dan hanya menjadi tempat pembuangan sampah. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan, gangguan kesehatan, hingga risiko kebakaran, terutama saat musim kemarau.

“Kalau dibiarkan, ini bisa menimbulkan polusi udara, bau tidak sedap, dan mengganggu lingkungan sekitar, apalagi berada di kawasan padat penduduk dan dekat dengan aktivitas pendidikan,” ujarnya.

Hasil dialog dengan perangkat desa dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) menunjukkan bahwa pengelolaan TPS tersebut dalam kondisi vakum dan belum memiliki Kelompok Swadaya Masyarakat Pengelola Sampah (KSP).

Menanggapi hal itu, Subandi langsung menginstruksikan pembentukan KSP sebagai langkah awal pembenahan.

“KSP harus segera dibentuk. Setelah itu, kita tata sistem pengelolaannya, mulai dari pengangkutan, pemilahan, hingga pengolahan sampah,” tegasnya.

Ia juga meminta pemerintah desa untuk berkoordinasi dengan DLHK serta mencari lokasi alternatif di Tanah Kas Desa (TKD) yang lebih representatif untuk pembangunan TPS baru, agar tidak mengganggu permukiman warga.

Sebagai langkah awal, Subandi memerintahkan pembersihan (clean up) lokasi TPS segera dilakukan. Setelah KSP terbentuk, akan dilanjutkan dengan perencanaan menyeluruh terkait kebutuhan lahan, kapasitas pengolahan, hingga estimasi anggaran pembangunan.

Selain itu, ia juga menyoroti masih adanya praktik pembuangan dan pembakaran sampah liar di tengah permukiman warga yang berpotensi mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo pun akan mengevaluasi kemungkinan relokasi TPS yang berada di kawasan permukiman serta memastikan pengelolaannya sesuai standar lingkungan.

“Kalau ini dibiarkan, tentu akan berdampak pada kesehatan masyarakat. Ini yang tidak boleh terjadi,” pungkasnya.

Melalui langkah-langkah strategis tersebut, Subandi berharap dapat tercipta sistem pengelolaan sampah yang lebih baik, terintegrasi, dan berkelanjutan, guna mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat Sidoarjo.

Kalau mau, saya juga bisa buatkan versi lebih singkat (straight news) atau judul yang lebih menarik/SEO-friendly.

Baca Lainnya

DPC PROJO Jember Ikut Serta Sukseskan KONFERDA Malang

8 April 2026 - 20:31

Komisi D DPRD Jatim Kawal Alih Status Jalan, Dorong Akses Mataraman Lebih Layak

8 April 2026 - 20:28

Ponpes Ngalah Pasuruan Rawat Toleransi, Buka Ruang Dialog Lintas Agama

8 April 2026 - 19:48

Normalisasi Sungai Porong Dikebut, Wabup Sidoarjo Soroti Pintu Air Rusak 4 Tahun

8 April 2026 - 19:44

News Trending DAERAH