JEPARA, transnews.co.id — Ratusan warga Cepogo Barat dari RW 09, 10, 11, 12, dan 13 bersama para pengusaha muda kembali menggelar tradisi Sedekah Bumi Dukuh sebagai bentuk rasa syukur atas limpahan rezeki dan hasil bumi. Kegiatan berlangsung meriah di Pendopo Kasepuhan H. Ahmad Sobirin, Cepogo Barat, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, Minggu (17/5/2026).
Sejak pagi hari, masyarakat tampak antusias memadati lokasi acara dengan membawa berbagai makanan tradisional khas daerah.
Rangkaian kegiatan diawali dengan jalan sehat dari Dukuh Getaan menuju Pendopo Kasepuhan, kemudian dilanjutkan festival 2.000 jajanan hasil bumi, senam sehat, serta pembagian 26 doorprize kepada peserta.

Puncak acara ditandai dengan selametan 2.000 besek berkat dan pengajian umum yang menghadirkan KH Akmal Salim dari Krapyak, Jepara.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Kembang beserta jajaran yang mewakili Bupati Jepara, serta petinggi dan perangkat desa setempat.
Tradisi sedekah bumi dinilai sebagai warisan budaya leluhur yang sarat makna, tidak hanya sebagai bentuk syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan semangat gotong royong antarwarga.
Ketua RW 09 sekaligus ketua panitia pelaksana dan juru kunci Punden Nggeyong, Tri Kurniawan atau yang akrab disapa Wawan, mengatakan rangkaian kegiatan Sedekah Bumi telah dimulai sejak Kamis (14/5/2026) melalui acara manganan di Punden Nggeyong yang dimeriahkan pertunjukan seni tayub.
“Kemudian dilanjutkan manganan di Punden Simbah Buyut Srikandi pada Jumat (15/5/2026), turnamen sepak bola antar-RW, karnaval gunungan, hingga pagelaran ketoprak budaya Kembang Joyo dari Trangkil, Pati yang akan digelar pada Rabu (20/5/2026),” ujarnya.
Menurut Wawan, seluruh rangkaian kegiatan menghabiskan anggaran sekitar Rp90 juta hingga Rp95 juta yang sepenuhnya berasal dari swadaya dan donasi masyarakat tanpa menggunakan dana desa. Adapun kekurangan biaya ditanggung bersama oleh panitia.
Ia berharap tradisi Sedekah Bumi tetap lestari dan terus diwariskan kepada generasi mendatang.
“Semoga tradisi leluhur ini membawa kesehatan, keselamatan, keberkahan rezeki, dan kehidupan yang rukun bagi masyarakat Cepogo Barat,” pungkasnya.











