BLITAR, transnews.co.id – Bazar Blitar Djadoel 2026 resmi dibuka di Alun-Alun Kota Blitar, Rabu (8/7/2026). Mengusung konsep open space bernuansa lintas zaman, event tahunan ini mendapat apresiasi dari Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI karena dinilai berhasil memadukan pelestarian budaya dengan penguatan ekonomi kerakyatan melalui keterlibatan ratusan pelaku UMKM dan ekonomi kreatif.
Tenaga Ahli Menteri UMKM RI, Fahmi Hendri Prasetyo, menyebut Bazar Blitar Djadoel sebagai inovasi daerah yang layak menjadi inspirasi bagi pemerintah daerah lain. Menurutnya, kegiatan tersebut mampu menjaga perputaran uang tetap berada di masyarakat sehingga memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan.
“Kami melihat ini sebagai terobosan daerah yang sangat baik. Kegiatan seperti ini mampu menggerakkan ekonomi daerah agar perputaran uang tetap berada di masyarakat, sehingga memberikan manfaat yang berkelanjutan. Kami dari Kementerian UMKM sangat mendukung dan mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan ini,” ujarnya.
Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, optimistis penyelenggaraan Bazar Blitar Djadoel yang bertepatan dengan masa libur sekolah mampu menarik ratusan ribu wisatawan. Tingginya kunjungan diharapkan menjadi motor penggerak peningkatan omzet pelaku UMKM, pedagang, hingga sektor pariwisata Kota Blitar.
“Tahun ini kami berharap momentum libur sekolah mampu mendatangkan ratusan ribu pengunjung. Semakin banyak wisatawan yang datang, semakin besar pula perputaran ekonomi yang dirasakan pelaku UMKM, pedagang, maupun masyarakat Kota Blitar,” katanya.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Bazar Blitar Djadoel 2026 hadir dengan konsep ruang terbuka yang lebih luas.
Area bazar dibagi ke dalam sejumlah zona tematik yang menggambarkan perjalanan sejarah Indonesia, mulai dari masa kerajaan, kolonialisme, pra-kemerdekaan, hingga era kemerdekaan.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Blitar, Parminto, menjelaskan kegiatan berlangsung selama lima hari, mulai 8 hingga 12 Juli 2026. Sebanyak 533 stan turut meramaikan bazar, terdiri atas 165 stan instansi pemerintah dan sekitar 370 stan yang diisi pedagang kaki lima serta pelaku ekonomi kreatif.
“Selain menghadirkan suasana nostalgia Blitar tempo dulu, bazar juga menjadi ruang promosi produk lokal, pelestarian budaya, dan pemberdayaan UMKM,” jelas Parminto.
Melalui Bazar Blitar Djadoel 2026, Pemerintah Kota Blitar terus memperkuat sinergi antara pelestarian budaya, pengembangan pariwisata, dan pemberdayaan UMKM. Kehadiran ratusan stan dan konsep yang lebih atraktif diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisata, memperluas promosi produk unggulan daerah, sekaligus memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Blitar.











