Tangerang, Transnews.co.id – Ketika listrik tetap menyala dan berbagai aktivitas masyarakat berjalan seperti biasa, ada banyak sistem yang bekerja di balik layar untuk memastikan semuanya tetap aman dan andal. Salah satunya adalah sistem catu daya Direct Current (DC) yang menjadi sumber energi bagi perangkat proteksi, kontrol, dan switching di gardu induk.
Perannya memang tidak selalu terlihat. Namun ketika terjadi kondisi abnormal pada sistem kelistrikan, perangkat-perangkat tersebut harus mampu merespons dalam hitungan detik. Karena itu, memastikan sumber catu daya DC selalu dalam kondisi prima menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga keandalan sistem transmisi.
Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat (UIT JBB) melalui Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Cikupa memperkuat kesiapan tersebut dengan melaksanakan Inspeksi Level 2 (IL2) Equalizing Battery 110 VDC Unit 1 di Gardu Induk (GI) 150 kV Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP), ULTG Serang, Senin (20/7).
Apa sebenarnya Inspeksi Level 2?
Bagi masyarakat awam, istilah Inspeksi Level 2 mungkin terdengar teknis. Secara sederhana, IL2 merupakan pemeriksaan kondisi peralatan yang dilakukan secara lebih mendalam untuk memastikan kinerja dan keandalannya tetap terjaga.
Dalam kegiatan ini, pemeriksaan difokuskan pada battery 110 VDC melalui proses equalizing, yaitu penyeimbangan tegangan antar sel baterai. Proses ini dilakukan untuk menjaga kondisi setiap sel tetap optimal, mengembalikan keseimbangan tegangan, mengoptimalkan kapasitas penyimpanan energi, sekaligus membantu memperpanjang usia pakai baterai.
Battery 110 VDC sendiri memiliki fungsi strategis di gardu induk. Peralatan ini menjadi salah satu sumber catu daya bagi sistem proteksi dan kontrol. Ketika sistem kelistrikan menghadapi kondisi abnormal, ketersediaan catu daya DC yang andal sangat dibutuhkan agar perangkat proteksi dapat bekerja sesuai desain dan membantu mengamankan sistem.
Dengan kata lain, menjaga battery DC bukan sekadar merawat baterai, tetapi memastikan salah satu lapisan pengamanan sistem kelistrikan selalu siap ketika dibutuhkan.
Dimulai dari Keselamatan
Sebelum pekerjaan dimulai, aspek keselamatan menjadi perhatian utama. Seluruh personel terlebih dahulu memastikan kelengkapan administrasi pekerjaan yang meliputi Work Permit (WP), Instruksi Kerja (IK), dan Job Safety Analysis (JSA).
Pemeriksaan Alat Pelindung Diri (APD) kemudian dilakukan, dilanjutkan dengan safety briefing untuk memastikan seluruh petugas memahami tahapan pekerjaan, potensi bahaya, serta langkah pengendalian risiko.
Sebagai bagian dari penerapan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), tim juga memasang Lock Out Tag Out (LOTO), safety line, serta bendera K3 untuk memastikan area pekerjaan berada dalam kondisi aman sebelum proses equalizing battery dilaksanakan.
Manager PLN UPT Cikupa, Riza Fahlefi, mengatakan bahwa setiap pekerjaan pemeliharaan harus berjalan beriringan dengan penerapan K3 yang disiplin.
“Keandalan peralatan tidak dapat dipisahkan dari keselamatan dalam proses pemeliharaannya. Karena itu, setiap pekerjaan kami awali dengan memastikan seluruh prosedur, personel, dan area kerja berada dalam kondisi aman. Dengan begitu, pemeliharaan dapat dilakukan secara optimal tanpa mengabaikan aspek keselamatan,” ujar Riza.
Memastikan Setiap Sel Bekerja Optimal
Setelah area dinyatakan aman, proses equalizing dilakukan secara bertahap. Petugas memantau tegangan, arus pengisian, serta kondisi masing-masing sel baterai secara berkala.
Setiap parameter dicatat dan dievaluasi untuk memastikan kondisi baterai tetap berada dalam batas standar teknis. Proses ini menjadi bagian dari pemeliharaan preventif PLN, yakni memastikan potensi penurunan kinerja peralatan dapat diketahui dan ditangani lebih awal sebelum berkembang menjadi gangguan.
Setelah proses equalizing selesai, tim melakukan penormalan peralatan dan memastikan sistem catu daya DC kembali beroperasi secara normal. Area kerja kemudian dirapikan dan kegiatan ditutup melalui close briefing sebagai sarana evaluasi untuk memastikan seluruh tahapan pekerjaan telah dilaksanakan sesuai prosedur operasi dan standar keselamatan.
Menjaga yang Tidak Terlihat, Memastikan yang Dirasakan
General Manager PLN UIT JBB, Himmel Sihombing, mengatakan bahwa keandalan sistem transmisi dibangun dari kesiapan seluruh komponen, termasuk berbagai peralatan pendukung yang tidak selalu terlihat oleh masyarakat.
Menurutnya, pemeliharaan battery 110 VDC merupakan bagian dari strategi PLN untuk memastikan sistem proteksi dan kontrol dapat menjalankan fungsinya secara optimal ketika dibutuhkan.
“Keandalan listrik dibangun dari kesiapan seluruh mata rantai sistem. Ada banyak perangkat yang tidak terlihat oleh masyarakat, tetapi memiliki peran sangat penting dalam menjaga sistem tetap aman dan andal. Battery DC salah satunya. Karena itu, kami memastikan seluruh perangkat pendukung tersebut mendapatkan pemeliharaan secara terukur dan berkala,” ujar Himmel.
Ia menegaskan, momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi salah satu momen penting bagi PLN untuk memastikan seluruh infrastruktur kelistrikan dalam kondisi siap menghadapi meningkatnya aktivitas masyarakat.
“Menjelang HUT ke-81 RI, kami memastikan seluruh aset transmisi dan sistem pendukungnya berada dalam kondisi prima. Kami terus memperkuat pemeliharaan berbasis kondisi, melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan, dan memastikan sistem proteksi dapat bekerja secara optimal. Komitmen kami jelas, menjaga keandalan listrik agar masyarakat dapat merayakan dan menjalankan seluruh aktivitas kemerdekaan dengan aman, nyaman, dan tanpa gangguan,” tegas Himmel.
Bagi masyarakat, listrik yang andal mungkin hanya berarti lampu yang tetap menyala, aktivitas usaha yang terus berjalan, serta berbagai kegiatan peringatan kemerdekaan yang dapat berlangsung tanpa hambatan.
Namun di balik itu, terdapat ribuan komponen dan peralatan yang harus terus dijaga, diperiksa, dan dipastikan kesiapannya.
Melalui pemeliharaan preventif seperti Inspeksi Level 2 dan equalizing battery 110 VDC, PLN UIT JBB memastikan salah satu bagian penting dari sistem proteksi tetap siap menjalankan tugasnya kapan pun dibutuhkan.
Karena menjaga keandalan listrik bukan hanya tentang memastikan listrik tetap menyala, tetapi juga memastikan seluruh sistem yang menjaga listrik tetap aman selalu siap bekerja.
Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen PLN UIT JBB dalam memperkuat keandalan sistem transmisi sekaligus memastikan kesiapan infrastruktur kelistrikan dalam mendukung kelancaran rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia serta berbagai aktivitas masyarakat dan objek vital nasional.











Komentar ditutup.