JEPARA, transnews.co.id – Pemerintah Kabupaten Jepara kembali menggelar Jepara Berselawat sebagai bagian dari rangkaian kegiatan keagamaan yang dilaksanakan di 16 kecamatan. Memasuki pelaksanaan kelima, kegiatan tersebut digelar di Masjid Baitul Muqorrobin, Kelurahan Demaan, Kecamatan Jepara, Senin (24/8/2026) malam.
Kegiatan yang mengusung tema “Bersama Umat, Membangun Jepara yang Religius dan Berkah” itu dihadiri Sekretaris Daerah Jepara Ary Bachtiar yang mewakili Bupati Jepara H. Witiarso Utomo, Camat Jepara Arif Budiyanto, sejumlah pimpinan perangkat daerah, serta penceramah K.H. Sutrisno Abdullah.
Jepara Berselawat tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Momentum tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama mewujudkan Kabupaten Jepara yang Makmur, Unggul, Lestari, dan Religius (MULUS).
Dalam sambutannya, Ary Bachtiar menegaskan bahwa pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, pemerintah memiliki kewajiban memberikan pelayanan, membangun infrastruktur, serta menyusun kebijakan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
“Pemerintah Daerah memiliki kewajiban untuk bekerja, memberi pelayanan, membangun infrastruktur, membuat kebijakan yang bermanfaat demi kesejahteraan masyarakat. Namun itu semua tidak akan berjalan tanpa dukungan masyarakat,” ujarnya.
Ary menyampaikan, salah satu perhatian Pemkab Jepara adalah penguatan pendidikan keagamaan. Hal tersebut antara lain diwujudkan melalui program Kartu Guru Sejahtera bagi guru keagamaan dan pendidik pada satuan pendidikan swasta.
Pada 2026, program tersebut telah menjangkau 15.120 guru yang berasal dari Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), madrasah diniyah (Madin), satuan pendidikan formal swasta, hingga pondok pesantren. Masing-masing penerima memperoleh bantuan sebesar Rp1,4 juta.
“Alhamdulillah tahun ini Pak Bupati sudah menyerahkan Kartu Guru Sejahtera yang menjangkau 15.120 guru dari TPQ, madrasah diniyah (Madin), satuan pendidikan formal swasta, dan pondok pesantren. Masing-masing guru menerima bantuan sebesar Rp1,4 juta, dengan total anggaran mencapai Rp21,168 miliar,” jelas Ary.
Jumlah penerima manfaat tersebut meningkat dibandingkan 2025 yang tercatat sebanyak 10.827 guru dengan total anggaran Rp19,488 miliar.
Di hadapan jamaah, Ary juga mengajak masyarakat untuk terus memberikan dukungan dan doa kepada pemerintah daerah agar seluruh amanah dapat dijalankan dengan baik. Ia berharap pembangunan yang dilakukan pemerintah dapat semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, K.H. Sutrisno Abdullah mengingatkan pentingnya menjaga rasa syukur sekaligus membangun hubungan yang baik antara pemerintah dan masyarakat.
Ia menilai perkembangan daerah perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pendidikan sebagai salah satu fondasi pembangunan masyarakat.
“Apabila pemerintahannya jujur, insya Allah masyarakatnya makmur. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad, ‘Jika aku berbuat baik, bantulah aku; dan jika aku berbuat salah, luruskanlah aku’. Untuk itu saya harap pemerintah juga mau mendengarkan masukan dari masyarakatnya,” tuturnya.
Dalam kesempatan yang bertepatan dengan momentum Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut, K.H. Sutrisno juga mengajak jamaah memperbanyak selawat dan memohon syafaat Rasulullah.
Menurutnya, doa dan selawat dapat menjadi ikhtiar bersama untuk memohon keberkahan serta mendukung terwujudnya masyarakat Jepara yang makmur dan sejahtera.
Antusiasme terhadap pelaksanaan Jepara Berselawat juga disampaikan Purwanto, salah seorang warga yang hadir. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan manfaat lebih dari sekadar kegiatan keagamaan karena menjadi ruang bertemu dan mempererat silaturahmi antara masyarakat dengan pemerintah.
“Jepara Berselawat tidak hanya menjadi sarana memperkuat keimanan melalui selawat dan tausiah, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi serta kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan Jepara Berselawat dapat terus digelar di kecamatan lainnya sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat mengikuti kegiatan keagamaan sekaligus memperkuat kebersamaan di Kabupaten Jepara.












Komentar ditutup.