Menu

Otomatis

DEPOK

Tembus Hampir Rp20 Miliar, Jari Pandawa Soroti Anggaran Operasional Biskita Trans Depok

Avatar photobadge-check

Fofo: Biskita Trans Depok Perbesar

Fofo: Biskita Trans Depok

DEPOK, transnews.co.id – Program transportasi Bus Raya Terpadu (BRT) Kota Depok, Biskita Trans Depok, mendapat sorotan tajam dari Jaringan Pemerhati Anggaran dan Akuntabilitas Warga (Jari Pandawa). Pengoperasian layanan ini dinilai sebagai proyek yang membuang-buang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

​Kritik yang dilayangkan Jari Pandawa bukan berfokus pada kualitas armada bantuan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), melainkan pada besarnya alokasi anggaran operasional Biskita yang dinilai tidak tepat sasaran.

​Mengutip dari halaman.co, Ketua Jari Pandawa, Gita Kurniawan, menduga biaya operasional Biskita terbilang fantastis. Menurutnya, pemanfaatan Biskita terkesan tidak diperuntukkan bagi warga biasa.

​”Pertama kita lihat, siapa yang biasa punya E-Toll, tentu bukan karyawan biasa kan. Umumnya mereka menggunakan motor untuk kerja di Jakarta,” kata Gita Senin (7/9/2026).

​Gita menegaskan pihaknya akan mengupas lebih jauh kejanggalan proyek yang menelan anggaran hampir Rp20 miliar tersebut. Jari Pandawa tengah menyiapkan berbagai data untuk membongkar dugaan penyalahgunaan anggaran di Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok.

​Menurut Gita, alokasi anggaran sebesar itu dinilai mubazir jika hanya dialokasikan untuk pemeliharaan (maintenance) dan gaji kru bus. Ia menaruh kecurigaan adanya ketidakberesan dalam proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan Dishub Kota Depok.

​”Dengan jumlah armada 15 bus, bisa kita prediksi kan jumlah petugas Biskita. Karenanya, 19 miliar pertahun itu buang-buang anggaran, terutama karena yang gunakan bus itu rata-rata bukan golongan menengah kebawah,” papar Gita.

​Atas kondisi tersebut, Gita mendesak Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok untuk memberikan keterangan resmi secara transparan agar tidak menimbulkan bias di masyarakat. Ia mengingatkan agar pejabat terkait tidak sekadar menyampaikan laporan yang terkesan baik kepada pimpinan.

​”Kami akan kupas agar ini terbuka secara terang benderang,” pungkasnya.

​Sementara itu, informasi yang kami dapatkan bahwa, Plt Kadishub Kota Depok, Aan Syurahman, saat dikonfirmasi enggan memberikan penjelasan rinci. Ia mengarahkan penanganan masalah ini ke Kepala Bidang Angkutan Dishub Kota Depok.

​”Mangga ke bidang angkutan aja langsung. Silakan ke bidang ya,” pungkas Aan singkat.

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Rumah Warga di Pengasinan Depok Hangus Terbakar, Kerugian Capai Rp120 Juta

8 Sep 2026 - 18:51 WIB

Rumah Warga di Pengasinan Depok Hangus Terbakar, Kerugian Capai Rp120 Juta

Pemkab Pasuruan Gelar Pasar Murah Tiga Hari, Tekan Harga Sembako dan Jaga Daya Beli Warga

7 Sep 2026 - 19:55 WIB

Pemkab Pasuruan Gelar Pasar Murah Tiga Hari, Tekan Harga Sembako dan Jaga Daya Beli Warga

Pasar Murah ke-119 di Lumbang Diserbu Warga, Transaksi Tembus Rp114,7 Juta

7 Sep 2026 - 19:53 WIB

Pasar Murah ke-119 di Lumbang Diserbu Warga, Transaksi Tembus Rp114,7 Juta

Perkuat Sinergi, SWI Kota Depok Audiensi Bersama RS Citra Arafiq Sawangan

7 Sep 2026 - 19:12 WIB

Perkuat Sinergi, SWI Kota Depok Audiensi Bersama RS Citra Arafiq Sawangan

Sambut HUT TNI ke-81, Koramil Jonggol dan Warga Sukanegara Gelar Kerja Bakti Massal

6 Sep 2026 - 15:36 WIB

Sambut HUT TNI ke-81, Koramil Jonggol dan Warga Sukanegara Gelar Kerja Bakti Massal

SWI Menggelar Edukasi Perpajakan

6 Sep 2026 - 13:46 WIB

SWI Menggelar Edukasi Perpajakan
Trending di DEPOK