SURABAYA, transnews.co.id – Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43 Tahun 2026 di Jawa Timur tak hanya menjadi agenda seremonial. Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Jatim mendorong olahraga menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat melalui Jalan Sehat Inklusif Day di Kampus C Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Minggu (20/9/2026).
Sekitar 3.000 peserta dari berbagai kalangan ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mulai dari penyandang disabilitas, masyarakat umum, mahasiswa, civitas akademika Unair, aparatur sipil negara (ASN), hingga komunitas olahraga.
Kegiatan ini turut dihadiri Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Heru Wahono yang mewakili Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Rektor Unair beserta jajaran, perwakilan perangkat daerah Pemprov Jatim, serta Direktur Utama Bank Jatim.
Haornas Jatim 2026 juga dirangkaikan dengan Puncak Dies Natalis ke-60 Fakultas Farmasi Unair. Kolaborasi tersebut mempertemukan pemerintah, perguruan tinggi, komunitas olahraga, masyarakat, dan penyandang disabilitas dalam satu ruang olahraga yang inklusif.
Tak berhenti pada jalan sehat, kegiatan turut menghadirkan UMKM dan sport exhibition seperti pushbike serta skateboard. Rangkaian tersebut menunjukkan bahwa olahraga tidak hanya berkaitan dengan aktivitas fisik, tetapi juga dapat menjadi ruang interaksi dan pengembangan ekosistem olahraga.
Heru Wahono menegaskan, olahraga seharusnya tidak dilakukan hanya ketika ada kegiatan peringatan tertentu. Menurutnya, aktivitas fisik merupakan investasi kesehatan yang murah dan perlu dilakukan secara berkelanjutan.
“Olahraga bukan sekadar seremonial, tetapi bagian dari investasi kesehatan yang paling murah. Kita harus menjaga kesehatan agar jiwa dan raga tetap kuat,” kata Heru.
Ia juga menyampaikan salam dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang berhalangan hadir karena agenda lain. Dalam kesempatan tersebut, Heru kembali mengajak masyarakat meningkatkan aktivitas olahraga dalam kehidupan sehari-hari.
Selain mendorong budaya hidup sehat, Heru menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi dalam penyelenggaraan olahraga. Salah satunya diterapkan dalam mekanisme pengundian hadiah yang menggunakan sistem teknologi agar peserta tidak perlu berdesak-desakan.
“Jadi memang harus menggunakan teknologi. Olahraga juga begitu, tidak hanya tradisional, tetapi sekarang sudah ada namanya sport science,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Airlangga Prof. Dr. Muhammad Madyan, S.E., M.Si., M.Fin. mengapresiasi kolaborasi antara Unair dan Pemprov Jatim dalam penyelenggaraan Haornas 2026.
“Kolaborasi ini merupakan awal yang baik. Kami berharap ke depan kerja sama antara Unair dan Pemprov Jatim semakin erat,” tuturnya.
Jalan Sehat Inklusif Day menjadi penanda bahwa peringatan Haornas di Jawa Timur diarahkan tidak hanya untuk memperingati momentum olahraga, tetapi juga memperluas akses partisipasi bagi masyarakat.
Pemerintah, perguruan tinggi, komunitas, hingga penyandang disabilitas dilibatkan untuk membangun budaya olahraga yang lebih terbuka dan berkelanjutan.












Komentar ditutup.