Menu ✖

Otomatis

EKBIS

UMK-UMSK Tinggi, Pabrik Sepatu Di Banten Exsodus Ke Jawa Tengah

LOGOS TNbadge-check

UMK-UMSK Tinggi, Pabrik Sepatu Di Banten Exsodus Ke Jawa Tengah Perbesar

JAKARTA,transnew.co.id- Sejumlah industri sepatu di Banten melakukan proses relokasi pabrik di beberapa daerah di Jawa Tengah dengan alasan tidak mampu bertahan karena tingginya Upah Minimum Kabupaten (UMK) dan kewajiban membayar Upah Minimum Sektoral (UMSK).

Hal itu diungkapkan Firman Bakri Anom selaku Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia,di Jakarta,Kamis kemarin (14/11/19).

Firman menuturkan Banten dirasa sudah kurang kompetitif, salah satu yang memberatkan adalah UMK plus UMSK, di mana untuk alas kaki di Banten itu, selain kita diminta memenuhi UMK, ditambah lagi beban UMSK yang jumlahnya variatif Rp.50.000-Rp.100.000 per orang per bulan.

“Bayangkan kalau ada 50.000 pekerja,” kata Firman,seperti dilansir Antara.

Firman memaparkan industri sepatu di Banten harus membayar Rp.4,1 juta/orang/bulan untuk memenuhi kewajiban UMK dan UMSK. Sementara, di Jawa Tengah, UMK saat ini masih di bawah Rp.2 juta/bulan.

“Jadi, saat ini sudah ada 25 pabrik yang mulai investasi di Jawa Tengah dan sebagian besar ini berasal dari Banten. Mereka menanamkan investasinya ke berbagai daerah seperti Majalengka, Cirebon, Brebes, hingga Temanggung dan Salatiga,” ungkap Firman.

Dengan demikian, pabrik-pabrik tersebut memasuki masa transisi, di mana pabrik di Jawa Tengah mulai melakukan perekrutan 1.000-2.000 pekerja pada tahap awal, sementara pabrik di Banten mulai dikurangi jumlah karyawannya.

Selagi melakukan perekrutan pekerja di Jawa Tengah, Firman menyampaikan bahwa pabrik-pabrik tersebut juga tengah melihat kondisi usaha di Banten.

“Kalau memang semakin tidak menguntungkan, ya proses utamanya di Banten akan digeser ke Jawa Tengah dan yang di Banten semakin lama semakin kecil. Karena relokasi ini membuat kapasitas produksi pabrik tetap,” tukas Firman.

Firman meyakini relokasi yang dilakukan dapat membuat industri alas kaki semakin lebih efisien, sehingga ongkos produksi bisa dipangkas, yang pada akhirnya harga produk yang dihasilkan bisa turun dan lebih kompetitif.***

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Ini Kata Dinkes Depok Perihal Kasus di RSUD Asa dan Kematian Bayi di Puskesmas Tapos

30 Sep 2026 - 19:37 WIB

Ini Kata Dinkes Depok Perihal Kasus di RSUD Asa dan Kematian Bayi di Puskesmas Tapos

Plt Kadishub Depok Pasrah Soal Biskita, Handiyana Pertanyakan Urgensi dan Efisiensi Anggaran

30 Sep 2026 - 18:42 WIB

Plt Kadishub Depok Pasrah Soal Biskita, Handiyana Pertanyakan Urgensi dan Efisiensi Anggaran

Tapos Viral, Dugaan Kematian Bayi dan Potongan Biaya Layanan Dokter di RSUD ASA

29 Sep 2026 - 16:42 WIB

Tapos Viral, Dugaan Kematian Bayi dan Potongan Biaya Layanan Dokter di RSUD ASA

Sinergi Pendidikan dan Industri, PLN UPT Cawang Buka Wawasan Siswa tentang Dunia Kerja

29 Sep 2026 - 16:38 WIB

Sinergi Pendidikan dan Industri, PLN UPT Cawang Buka Wawasan Siswa tentang Dunia Kerja

Berdayakan Barang Layak Pakai, HIMASI UT Bogor Gelar Energy Exchange

28 Sep 2026 - 09:15 WIB

Berdayakan Barang Layak Pakai, HIMASI UT Bogor Gelar Energy Exchange

Jaga Keandalan Listrik, PLN Rawat Kesiapan Sistem di Momentum Hari Kesaktian Pancasila

27 Sep 2026 - 21:51 WIB

Jaga Keandalan Listrik, PLN Rawat Kesiapan Sistem di Momentum Hari Kesaktian Pancasila
Trending di EKBIS