Menu ✖

Otomatis

DEPOK

Ini Kata Dinkes Depok Perihal Kasus di RSUD Asa dan Kematian Bayi di Puskesmas Tapos

Avatar photobadge-check

Ini Kata Dinkes Depok Perihal Kasus di RSUD Asa dan Kematian Bayi di Puskesmas Tapos Perbesar

Depok, Transnews.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok buka suara perihal dugaan kasus pemotongan biaya layanan di RSUD Asa Kecamatan Tapos yang sempat menyita perhatian publik beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Devi Maryori kepada wartawan mengatakan tidak bisa banyak berkomentar, namun dia berjanji akan memberikan informasi tersebut kepada Direktur Utama RSUD Asa untuk segera ditindak-lanjuti.

“Kami (Dinkes) akan menindaklanjuti laporan tersebut. Kami janji akan melakukan pembenahan secara terintegrasi, terimakasih atas laporan nya terhadap kami dan demi kebaikan bersama,” kata Devi, Selasa (29/9/2026).

Devi juga memberikan keterangan perihal dugaan meninggalnya seorang calon bayi karena lambatnya penanganan medis si Puskesmas Tapos beberapa hari yang lalu.

Devi katakan, pihaknya masih harus menunggu hasil dari pemeriksaan yang dilakukan berupa audit maternal prinatal atau AMP oleh tim dokter spesialis kandungan dan dr anak dari RS yang berbeda.

“Untuk kasus bayi meninggal akan dilakukan audit maternal prinatal dari RS berbeda dan dokter spesialis kandungan untuk menyimpulkan hasil kematian bayi dan robekan pada rahim,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, sepasang suami istri dikabarkan mengalami nasib tragis saat menjalani prosesi persalinan bayi di Puskesmas Tapos. Mereka harus merelakan buah hatinya pergi untuk selamanya, bahkan sebelum sang buah hati sempat melihat dunia.

Adalah Ahmad Wahyudi (32) dan sang istri IR (31), warga RT 02/RW 12 Kelurahan Tapos, Kecamatan Tapos, Kota Depok. Mereka harus menerima kenyataan pahit karena janin dalam kandungan IR meninggal dunia, dan rahim sang istri harus diangkat akibat pendarahan.

Ahmad Wahyudi mengutarakan kekecewaan terhadap lambatnya penanganan medis hingga pengambilan keputusan untuk rujukan di Puskesmas Tapos tersebut.

Diceritakan Ahmad, kejadian bermula ketika Ahmad membawa istrinya yang mulai merasakan tanda-tanda persalinan ke Puskesmas Tapos pada pukul 15.00 WIB. Saat pemeriksaan awal, bidan menyatakan IR baru mengalami pembukaan 3.

Proses persalinan berlanjut hingga malam hari. Pukul 20.00 WIB, pemeriksaan ulang menunjukkan perkembangan signifikan; pembukaan sudah mencapai level 8.

“Sekitar jam 21.00 WIB, setahu saya air ketubannya dipecahkan oleh bidan shift malam. Bidan mengecek pembukaan sudah penuh, tapi bayinya belum juga kelihatan,” kata Ahmad Wahyudi seperti dilansir metropolitan, Minggu (27/9/2026).

Dikatakan Ahmad Wahyudi, melihat kondisi bayi yang tak kunjung turun meski pembukaan sudah lengkap, bidan berkonsultasi dengan dokter jaga. Pihak puskesmas sempat menginformasikan bahwa proses rujukan ke rumah sakit baru akan dilakukan sekitar pukul 02.00 WIB.

Namun, rujukan akhirnya baru direalisasikan pada Rabu dini hari pukul 01.00 WIB menuju RS Setya Bhakti. Karenanya, ia mempertanyakan pertimbangan fasilitas kesehatan tersebut dalam memilih rumah sakit rujukan. Menurutnya, lokasi RS Setya Bhakti terbilang cukup jauh dari lokasi kejadian.

“Yang saya heran, kenapa memilih rumah sakit yang jaraknya lebih jauh? Kenapa tidak dirujuk ke RSUD yang lokasinya jauh lebih dekat dan memadai?” ujarnya.

Setibanya di RS Setya Bhakti, tim medis segera melakukan pemeriksaan intensif dan memutuskan untuk melakukan tindakan operasi caesar darurat pada pukul 05.00 WIB. Namun, keajaiban yang diharapkan tak kunjung tiba.

“Sesampainya di RS bidan yang mendampingi mengatakan ketuban sudah tinggal sedikit dan berwarna hijau kental, ” ungkapnya.

Pihak dokter memanggil Ahmad dan menyampaikan kabar sedih sekaligus memilukan. Bayi dalam kandungan IR dinyatakan meninggal dunia.

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Plt Kadishub Depok Pasrah Soal Biskita, Handiyana Pertanyakan Urgensi dan Efisiensi Anggaran

30 Sep 2026 - 18:42 WIB

Plt Kadishub Depok Pasrah Soal Biskita, Handiyana Pertanyakan Urgensi dan Efisiensi Anggaran

Tapos Viral, Dugaan Kematian Bayi dan Potongan Biaya Layanan Dokter di RSUD ASA

29 Sep 2026 - 16:42 WIB

Tapos Viral, Dugaan Kematian Bayi dan Potongan Biaya Layanan Dokter di RSUD ASA

Sinergi Pendidikan dan Industri, PLN UPT Cawang Buka Wawasan Siswa tentang Dunia Kerja

29 Sep 2026 - 16:38 WIB

Sinergi Pendidikan dan Industri, PLN UPT Cawang Buka Wawasan Siswa tentang Dunia Kerja

Berdayakan Barang Layak Pakai, HIMASI UT Bogor Gelar Energy Exchange

28 Sep 2026 - 09:15 WIB

Berdayakan Barang Layak Pakai, HIMASI UT Bogor Gelar Energy Exchange

Jaga Keandalan Listrik, PLN Rawat Kesiapan Sistem di Momentum Hari Kesaktian Pancasila

27 Sep 2026 - 21:51 WIB

Jaga Keandalan Listrik, PLN Rawat Kesiapan Sistem di Momentum Hari Kesaktian Pancasila

Klarifikasi Paguyuban RRI tentang Tuduhan Miring, Ini Isi Lengkapnya

27 Sep 2026 - 20:30 WIB

Klarifikasi Paguyuban RRI tentang Tuduhan Miring, Ini Isi Lengkapnya
Trending di DEPOK