LUMAJANG, transnews.co.id – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mendorong pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kabupaten Lumajang Wilayah Utara untuk mengatasi krisis dan kerawanan air bersih akibat kekeringan yang kerap melanda wilayah tersebut.
Pembangunan SPAM tersebut mendapat alokasi anggaran yang bersumber dari APBN melalui Sattuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Cipta Karya Wilayah II Provinsi Jawa timur, Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Jawa Timur dengan nilai sekitar Rp49,6 miliar.
Project Manager (PM) PT Kartika Ekayasa, Daud, mengatakan pekerjaan pembangunan SPAM Kabupaten Lumajang Wilayah Utara telah memasuki minggu ke-16. Hingga akhir September 2026, progres pekerjaan di lapangan telah mencapai 46,90 persen.

“Kontrak pekerjaan dimulai awal Juni 2026. Per akhir September 2026, pekerjaan di lapangan sudah memasuki minggu ke-16 dengan capaian progres 46,90 persen,” ujar Daud, Rabu (30/9/2026).
Menurutnya, pekerjaan tersebut memiliki masa pelaksanaan selama 180 hari kalender atau sekitar enam bulan. Pekerjaan ditargetkan memasuki agenda Provisional Hand Over (PHO) pada awal Desember 2026.
Daud menjelaskan, sejumlah pekerjaan mayor dalam pembangunan SPAM tersebut meliputi pembangunan reservoir, penyambungan pipa transmisi, penyambungan pipa distribusi, serta pembangunan rumah pompa dengan kapasitas 100 liter per detik.
“Secara teknis, pekerjaan di lapangan tidak ada kendala,” katanya.
Sementara itu, pada proses tender pada paket pekerjaan pembangunan SPAM Kabupaten Lumajang Wilayah Utara tersebut sebelumnya diikuti 63 perusahaan jasa konstruksi dalam negeri. Setelah melalui proses lelang, paket pekerjaan dimenangkan PT Kartika Ekayasa yang berkantor di Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
PT Kartika Ekayasa memenangkan tender dengan nilai penawaran sebesar Rp46.652.678.497,48.
Pembangunan SPAM ini diharapkan dapat mendukung ketersediaan dan pelayanan air bersih bagi masyarakat di wilayah utara Kabupaten Lumajang, khususnya kawasan yang selama ini menghadapi kerawanan air saat musim kemarau.












Komentar ditutup.