Transnews.co.id |Depok – Berbicara tentang anak, tentu masih banyak orang tua yang identik dengan anak harus pintar, cerdas dan berprestasi.
Namun, banyak yang lupa bahwa anak tidak seharusnya mendapatkan tekanan untuk menjadi pintar. Psikologis anak menjadi penentu kepribadian mereka di masa depan.
Tekanan psikis bukan hanya menjadi penentu akan jadi apa anak di masa depan, namun merupakan tiang utama dalam pembentukan karakter anak di masa depan.
Dibalik semua yang biasa dilakukan orang tua, ada satu hal yang banyak dilupakan dalam membentuk karakter anak di masa depan, yaitu bahagia.
Bukan menjudge, tapi sepertinya masih banyak orang tua yang keliru tentang cara mendidik dan membentuk karakter anak.
Terlalu banyak orang tua yang memaksa anak agar menjadi pintar dan berprestasi, namun lupa bahwa anak harus bahagia secara bathin.
Padahal, prestasi anak akan dapat diraih jika anak bahagia. Karena pada dasarnya, kebahagiaan anak merupakan hak dan prestasi menjadi sekundernya.
Tidak ada yang bisa mencegah kebahagiaan anak karena itu merupakan hak mereka. Anak tidak bisa dipaksa berprestasi karena itu merupakan buah dari hak mereka.
Selamat Hari Anak Nasional, Anak Bahagia Anak Berprestasi. Anak Terlindungi, Indonesia Maju.












