DEPOK, transnews.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok berkolaborasi dengan The Challenge Initiative (TCI) Jalin Foundation untuk memperkuat program Keluarga Berkualitas(KB) dan Kesehatan Reproduksi (KR) bagi warga.
TCI merupakan program global yang dipimpin Johns Hopkins University yang di Indonesia dijalankan oleh Jalin Foundation bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN.
Chief of Party Program TCI Jalin Indonesia, Siti Masyitah Rahma mengatakan, Depok menjadi salah satu dari dua kota yang terpilih mengikuti program TCI tahun ini bersama Kota Surabaya.
“Proses tersebut diawali dari ketertarikan pemerintah kota untuk bergabung dalam TCI, kemudian dilanjutkan dengan penilaian hingga akhirnya Depok dan Surabaya terpilih,” ujarnya, Senin (31/08/2026).
Menurutnya, Depok dinilai memenuhi sejumlah kriteria, mulai dari jumlah penduduk lebih dari satu juta jiwa, tingginya pasangan usia subur, hingga masih adanya masyarakat miskin perkotaan yang menjadi sasaran program.
Meski Total Fertility Rate (TFR) di Depok dinilai sudah baik, masih terdapat Unmeet Need KB yang perlu diperkuat.
Tahap awal program akan dilakukan di Kecamatan Cimanggis, Limo, dan Sukmajaya.
TCI akan melakukan intervensi di seluruh fasilitas kesehatan dengan fokus pada pelayanan KB, peningkatan minat masyarakat untuk ber-KB, serta dukungan lingkungan melalui kebijakan pemerintah hingga tingkat kecamatan dan kelurahan.
“KB itu tidak hanya pemahamannya sebagai alat kontrasepsi, tapi betul-betul bagaimana kita membuat keluarga itu lebih berkualitas dan masyarakat bisa merencanakan keluarganya untuk lebih berkualitas,” ungkap Masyitah.
Dari sisi layanan, program juga mendorong penggunaan kontrasepsi modern, terutama metode kontrasepsi jangka panjang.
Target TCI meliputi penurunan Unmeet Need KB serta peningkatan kualitas layanan KB dan kesehatan reproduksi.
Pelaksanaan program menggunakan pendekatan mentoring dan pendampingan bersama pemerintah daerah.
Persiapannya dimulai sejak Mei 2026 dan akan berlangsung hingga Desember mendatang dengan melibatkan mentor dari Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah, Dinas Kesehatan, DP3AP2KB hingga PLKB.
Pendekatan tersebut ditujukan untuk memperkuat kapasitas pemerintah kota agar dapat menjalankan program secara mandiri.
“Semoga dari akhir Desember ini kita dapat progres yang bagus, nanti kita bisa lanjut sampai mereka betul-betul graduation. Kalau Kota Depok ini memang strong, dia juga bisa jadi mentor buat kota yang lain,” pungkas Masyitah.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok, Mangnguluang Mansur menyambut kolaborasi tersebut dengan mendorong tindak lanjut bersama tiga kecamatan sasaran.
Pembahasan akan dilakukan dengan melihat langsung kondisi di lapangan serta menentukan kegiatan yang dapat dilaksanakan sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.
“Kami harap TCI Jalin Foundation bisa menjadi pendamping agar harapan kita dalam program keluarga berencana di Kota Depok bisa berjalan sesuai harapan,” tandasnya.












Komentar ditutup.