Bersenggolan di Jalan, Pengendara Motor di Bogor Ditusuk

  • Bagikan

Bogor, Transnews.co.id – Polisi mengungkap peristiwa penusukan terhadap pemotor di Kabupaten Bogor bernama Andri. Ia tewas usai ditusuk di Jalan Raya Cibanteng Babengjet, Desa Cibanteng, Ciampea, Kabupaten Bogor, pada Kamis (13/1).

Andri Supriyadi tewas usai ditusuk bagian pelipis dan dadanya oleh pengendara motor lain bernama Facrul Rozi. Terungkap pemicu penusukan itu karena keduanya sempat bersenggolan saat di jalan.

“Awal mulanya korban dari arah Kota Bogor menuju Leuwiliang untuk menemui istrinya di Tegal Waru Kecamatan Ciampea. Pelaku dari arah bersamaan saat di jalan bersenggolan dengan korban hingga keduanya terjadi cekcok,” kata Kapolsek Ciampea Kompol Beben Susanto kepada wartawan.

Baca Juga :   Disbudpar Kab. Bogor dan DKKB, Giat Produktif Di Rumah Budaya HMA

Beben mengatakan, adu mulut antara pelaku dan korban semakin tak terkendali. Korban sempat memukul pelaku menggunakan helm. Tak terima dipukul, pelaku kemudian mengambil pisau yang ada di jok motornya.

“Tersangka kemudian melakukan pemukulan dengan tangan kosong, tersangka kemudian turun dari sepeda motornya kemudian, tersangka mengambil senjata tajam berupa pisau yang disimpan di bawah jok sepeda motor,” ucap Beben.

Baca Juga :   Gubernur Jabar: Sirkuit Sentul Akan Didesain Ulang Tahun Depan

“Tersangka menusukkan senjata tajam tersebut kepada korban yang mengenai kepala samping (pelipis), kemudian bagian dada,” tambah dia.

Beben mengatakan, warga yang melihat penganiayaan itu langsung mengejar pelaku hingga akhrinya berhasil diamankan. Pelaku kemudian diserahkan ke Polsek Ciampea.

Beben menuturkan, korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Karya Bhakti Pratiwi Dramaga. Namun nyawanya tidak terselamatkan lantaran kehabisan darah.

Lebih lanjut, pelaku kini sudah ditahan di Polsek Ciampea dan ditetapkan tersangka. Ia dijerat Pasal 338 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara.

Baca Juga :   Tersangka Pembunuhan Wanita di Kontrakan Dijatuhi Hukuman Mati

“Barang siapa dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan pidana penjara selama-lamanya lima belas tahun,” kata Beben.

 129 views

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Silakan mengirimkan sanggahan dan/atau koreksi kepada Kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers melalui email: transnewsredaksi@gmail.com Terima kasih.

  • Bagikan
error: Content is protected !!