Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

BPBD Jatim Gelar Peralatan Penanggulangan Bencana di Kebun Raya Purwodadi

LOGOS TNbadge-check


					BPBD Jatim Gelar Peralatan Penanggulangan Bencana di Kebun Raya Purwodadi Perbesar

BPBD Jatim Gelar Peralatan Penanggulangan Bencana di Kebun Raya Purwodadi

PASURUAN, transnews.co.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sistem penanggulangan bencana melalui kegiatan Gelar Peralatan Penanggulangan Bencana Tahun 2025 yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jatim, di Kebun Raya Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Senin (21/7/2025).

Acara diawali dengan doa dan ungkapan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini, yang dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah, TNI, Polri, relawan, dunia usaha, akademisi, hingga masyarakat umum. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menguji kesiapan logistik dan personel, serta membangun sinergi antar pemangku kepentingan lintas sektor.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak menyampaikan, tantangan kemanusiaan global, termasuk bencana alam, perubahan iklim, dan krisis lingkungan, mengharuskan seluruh pihak untuk mengedepankan pembangunan berbasis pengurangan risiko bencana. Hal ini sejalan dengan kerangka kerja internasional Sendai Framework for Disaster Risk Reduction 2015–2030, yang telah disepakati oleh 187 negara, termasuk Indonesia.

Kerangka ini menggariskan empat prioritas utama, yaitu memahami risiko bencana, memperkuat tata kelola risiko bencana, investasi dalam pengurangan risiko untuk meningkatkan ketahanan, serta meningkatkan kesiapsiagaan dan membangun kembali lebih baik (build back better).

Prinsip-prinsip tersebut telah diadopsi dalam Rencana Induk Penanggulangan Bencana (RIPB) 2020–2044 yang menjadi dasar penentuan mekanisme kesiapan, alokasi tugas, hingga pengelolaan sumber daya penanggulangan bencana secara terpadu.

“Gelar peralatan ini bukan sekadar seremonial. Ini adalah bentuk implementasi nyata dari kesiapsiagaan yang melibatkan seluruh unsur, dari pemerintah, aparat keamanan, relawan, hingga masyarakat. Semua bergerak dalam semangat sinergi untuk keselamatan bersama,” ungkap Wagub Emil, mewakili Gubernur Jatim.

Dengan mengusung tema “Sinergi Penanggulangan Bencana Wujudkan Jawa Timur Menuju Gerbang Baru Nusantara” kegiatan ini turut mempertegas peran strategis Jawa Timur sebagai provinsi penopang utama dalam menyambut perpindahan Ibu Kota Negara ke Kalimantan Timur.

Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat mengukur kesiapan personel dan peralatan, menjadi forum koordinasi strategis lintas instansi, meningkatkan kapasitas SDM dan relawan, serta menunjukkan komitmen pemerintah terhadap keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama.

Tak hanya itu, gelar peralatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan kerja sama antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota. Sinergi ini menjadi penting ketika terjadi bencana di wilayah dengan keterbatasan sumber daya. Dengan adanya jaringan kerja yang kuat, provinsi dan daerah sekitar dapat saling mendukung dalam tahap tanggap darurat hingga pemulihan pasca bencana.

Menutup sambutannya, pihak Pemprov Jatim mengajak seluruh pihak menjadikan kegiatan ini sebagai wujud nyata semangat resiliensi dan kebersamaan menuju Jawa Timur yang tangguh, adaptif, dan siap menyongsong masa depan sebagai Gerbang Baru Nusantara.“Terima kasih atas seluruh dukungan dari berbagai pihak. Mari kita terus bergerak bersama, saling memperkuat, dan menjaga keselamatan rakyat sebagai panggilan tertinggi dalam penanggulangan bencana,” pungka Wagub Emil.

Kegiatan ini menjadi simbol keseriusan Pemprov Jatim dalam melindungi warganya dari risiko bencana, sekaligus menunjukkan bahwa upaya pengurangan risiko bencana bukan hanya soal infrastruktur dan peralatan, tetapi juga soal mindset, koordinasi lintas sektor, serta keterlibatan aktif masyarakat.

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh daerah di Jawa Timur, dari pesisir hingga pegunungan, memiliki kesiapsiagaan yang merata dan mampu bergerak cepat saat bencana terjadi. Ini bukan hanya soal alat, tapi juga soal mindset dan sinergi,” tambah Gatot Soebroto, Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur.

Sebanyak 37 BPBD kabupaten/kota se-Jawa Timur turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Masing-masing menampilkan beragam peralatan dan teknologi deteksi dini, hingga simulasi taktis dalam merespons kondisi darurat. Tenda-tenda peserta berdiri megah di area pameran, menampilkan kesiapan daerah menghadapi berbagai potensi bencana, mulai dari banjir, tanah longsor, kebakaran hutan, hingga gempa bumi.

Baca Lainnya

Hadapi Cuaca Ekstrem, BPBD Jatim Libatkan Organisasi Wanita Perkuat Keluarga Tangguh Bencana

29 Januari 2026 - 19:36

Hadapi Cuaca Ekstrem, BPBD Jatim Libatkan Organisasi Wanita Perkuat Keluarga Tangguh Bencana

Pemkab Sidoarjo Bongkar Pagar Perumahan, Integrasikan Jalan untuk Urai Kemacetan Warga

29 Januari 2026 - 19:34

Pemkab Sidoarjo Bongkar Pagar Perumahan, Integrasikan Jalan untuk Urai Kemacetan Warga

YGP Serahkan Bantuan Kaki Palsu Gratis untuk Warga Sukmajaya Depok

29 Januari 2026 - 16:16

YGP Serahkan Bantuan Kaki Palsu Gratis untuk Warga Sukmajaya Depok

Dompet Dhuafa Terima Penghargaan Bergengsi di Ajang Digital Innovation 2026

29 Januari 2026 - 14:51

Dompet Dhuafa Terima Penghargaan Bergengsi di Ajang Digital Innovation 2026
News Trending NASIONAL