Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

Bulog Respon Langkanya Minyak Goreng Subsidi di Kalteng

LOGOS TNbadge-check


					Bulog Respon Langkanya Minyak Goreng Subsidi di Kalteng Perbesar

Palangka Raya, Transnews.co.id – Pimpinan Wilayah Bulog Kalimatan Tengah (Kalteng), Amrullah merespon langkanya minyak goreng subsidi saat ini. Sebab, Bulog merupakan perpanjangan tangan Pemerintah di Kementerian BUMN yang mengelola pangan.

“Secara fisik, kita tidak memegang stok dalam jumlah besar untuk minyak goreng dan itu berbeda dengan beras yang selalu siap di Gudang kita untuk menyalurkan kepada masyarakat,” kata Amrullah di ruang kerjanya Kantor Bulog Provinsi Kalteng, Rabu (2/3/2022).

Sebelum ada isu terkait kelangkaan minyak goreng tersebut, Bulog Kalteng juga memiliki stok, akan tetapi itu tidak banyak dan itu hanya sebatas kebutuhan komersil.

“Perlu diketahui juga di BUMN ini memiliki dua tugas yaitu Public Service Obligation (PSO) yang biasanya itu dari pemerintah, dan kedua sebagai BUMN kita juga menjalankan tugas fungsi komersil,” ujarnya.

Untuk tugas komersil ini, Bulog Kalteng memiliki stok untuk komoditi tertentu, akan tetapi itu tidak banyak.

Dalam menjual minyak goreng subsidi tersebut di tiga titik, yaitu di Halaman Kantor Bulog Kalteng, di toko di Pasar Besar, serta di Pasar Kahayan dengan menggunakan pick up dan mobil operasional.

Amrullah menjelaskan, waktu awal bulan Februari lalu, Bulog Kalteng menjual minyak goreng dengan kemasan 1 liter dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 13.500 per liter.

Kalau yang premium dengan harga Rp 14.000 per liter. Pada waktu itu minyak goreng tersebut dibawa 1000 liter dan dibagi ke tiga titik tersebut, dan itu habis dalam waktu setengah jam.

“Oleh karena itu, kita membatasi stok penjualan kita, tidak sampai 1000 liter perhari. Karena kita khawatir stok kita akan nol, dan masyarakat lain menunggu,” ucapnya.

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Hadiri Tahlil dan Pengajian Muslimah Haul Sunan Ampel ke-549

7 Februari 2026 - 19:40

Pemkab Sidoarjo Kebut Perbaikan Jalan Berlubang

7 Februari 2026 - 19:37

Bupati Subandi Gaspol Perbaikan Jalan Rusak, Target Rampung Sebelum Lebaran

7 Februari 2026 - 19:34

Buka Muswil IX PPP Jateng, Mardiono Tegaskan Fokus Partai pada Kesejahteraan dan Ekonomi Rakyat

7 Februari 2026 - 19:12

News Trending DAERAH