Menu

Otomatis

DAERAH

Bupati Subandi Dorong Pembenahan Menyeluruh Pengelolaan Sampah di Sidoarjo

Avatar photobadge-check

Bupati Subandi Dorong Pembenahan Menyeluruh Pengelolaan Sampah di Sidoarjo Perbesar

Bupati Subandi Dorong Pembenahan Menyeluruh Pengelolaan Sampah di Sidoarjo

SIDOARJO, transnews.co.id — Bupati Sidoarjo, Subandi, mendorong pembenahan sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh di wilayah Kabupaten Sidoarjo.

Hal tersebut disampaikan saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Tempat Pengolahan Sampah (TPS), Rabu (8/4/2026).

Adapun lokasi yang menjadi sasaran sidak antara lain TPS Desa Penatarsewu, Kecamatan Tanggulangin, serta TPS Desa Terung Kulon, Kecamatan Krian.

Dalam peninjauan di TPS Desa Penatarsewu, Subandi menemukan bahwa pengelolaan sampah belum berjalan sesuai regulasi dan telah berlangsung tanpa penanganan maksimal sejak 2013.

Ia menilai kondisi tersebut perlu segera dibenahi melalui komitmen bersama seluruh pihak terkait.

“Kita melihat pengelolaan sampah di sini masih belum tertata dengan baik. Mudah-mudahan setelah ini kita bisa menemukan solusi bersama,” ujarnya.

Selain itu, Subandi juga menyoroti ketidaksesuaian dalam penerapan retribusi sampah di masyarakat yang dinilai belum mengacu pada aturan yang berlaku. Hal tersebut berpotensi menimbulkan persoalan dalam tata kelola persampahan ke depan.

Ia menegaskan bahwa pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah desa, pengelola, dan masyarakat. Oleh karena itu, pihaknya akan mengumpulkan seluruh elemen terkait guna menyepakati langkah penanganan yang terintegrasi.

“Pengelolaan TPS ini bukan hanya tanggung jawab satu pihak, tetapi tanggung jawab bersama. Setelah ada kesepakatan, kita lakukan pembenahan secara menyeluruh,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo juga akan memberikan dukungan anggaran serta melakukan perbaikan akses menuju lokasi TPS guna menunjang efektivitas operasional pengangkutan sampah.

Selain itu, saat ini tengah dilakukan pemetaan seluruh TPS di wilayah Sidoarjo sebagai dasar penyusunan perencanaan yang lebih matang.

“Melalui pemetaan ini, kita ingin menyusun perencanaan yang terukur, termasuk penganggaran setiap tahunnya, sehingga permasalahan sampah bisa diselesaikan secara bertahap,” jelasnya.

Sementara itu, dalam sidak terpisah di TPS Desa Terung Kulon, Subandi menyoroti kondisi TPS yang tidak berfungsi optimal dan hanya menjadi tempat pembuangan sampah. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan, gangguan kesehatan, hingga risiko kebakaran, terutama saat musim kemarau.

“Kalau dibiarkan, ini bisa menimbulkan polusi udara, bau tidak sedap, dan mengganggu lingkungan sekitar, apalagi berada di kawasan padat penduduk dan dekat dengan aktivitas pendidikan,” ujarnya.

Hasil dialog dengan perangkat desa dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) menunjukkan bahwa pengelolaan TPS tersebut dalam kondisi vakum dan belum memiliki Kelompok Swadaya Masyarakat Pengelola Sampah (KSP).

Menanggapi hal itu, Subandi langsung menginstruksikan pembentukan KSP sebagai langkah awal pembenahan.

“KSP harus segera dibentuk. Setelah itu, kita tata sistem pengelolaannya, mulai dari pengangkutan, pemilahan, hingga pengolahan sampah,” tegasnya.

Ia juga meminta pemerintah desa untuk berkoordinasi dengan DLHK serta mencari lokasi alternatif di Tanah Kas Desa (TKD) yang lebih representatif untuk pembangunan TPS baru, agar tidak mengganggu permukiman warga.

Sebagai langkah awal, Subandi memerintahkan pembersihan (clean up) lokasi TPS segera dilakukan. Setelah KSP terbentuk, akan dilanjutkan dengan perencanaan menyeluruh terkait kebutuhan lahan, kapasitas pengolahan, hingga estimasi anggaran pembangunan.

Selain itu, ia juga menyoroti masih adanya praktik pembuangan dan pembakaran sampah liar di tengah permukiman warga yang berpotensi mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo pun akan mengevaluasi kemungkinan relokasi TPS yang berada di kawasan permukiman serta memastikan pengelolaannya sesuai standar lingkungan.

“Kalau ini dibiarkan, tentu akan berdampak pada kesehatan masyarakat. Ini yang tidak boleh terjadi,” pungkasnya.

Melalui langkah-langkah strategis tersebut, Subandi berharap dapat tercipta sistem pengelolaan sampah yang lebih baik, terintegrasi, dan berkelanjutan, guna mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat Sidoarjo.

Kalau mau, saya juga bisa buatkan versi lebih singkat (straight news) atau judul yang lebih menarik/SEO-friendly.

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

​BNI Beyoutiful Symphony Festival 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Edukasi Estetika Berbasis Sains

12 Sep 2026 - 19:04 WIB

​BNI Beyoutiful Symphony Festival 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Edukasi Estetika Berbasis Sains

Peringati Harpelnas, Asasta Depok Adakan Asasta Fun Run 2026

12 Sep 2026 - 18:47 WIB

Peringati Harpelnas, Asasta Depok Adakan Asasta Fun Run 2026

Tirta Asasta Perluas Cakupan Pelayanan Air Bersih Melalui Pembangunan IPA

12 Sep 2026 - 18:44 WIB

Tirta Asasta Perluas Cakupan Pelayanan Air Bersih Melalui Pembangunan IPA

Pemkab Sidoarjo Dukung Pembangunan Kompi Produksi Kodim 0816 untuk Perkuat Ketahanan Pangan

10 Sep 2026 - 19:01 WIB

Pemkab Sidoarjo Dukung Pembangunan Kompi Produksi Kodim 0816 untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Gelar Seminar Industri, Simenteknindo Dorong Efisiensi Industri Lewat AI

10 Sep 2026 - 15:43 WIB

Gelar Seminar Industri, Simenteknindo Dorong Efisiensi Industri Lewat AI

Bantah Tudingan Soal Anggaran Biskita, Dishub Depok Tantang Jari Pandawa

9 Sep 2026 - 21:16 WIB

Bantah Tudingan Soal Anggaran Biskita, Dishub Depok Tantang Jari Pandawa
Trending di DEPOK