Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

KESEHATAN

Cegah Stunting, DPPKBP3A Palangka Raya Siap Lakukan Pendampingan

LOGOS TNbadge-check


					Cegah Stunting, DPPKBP3A Palangka Raya Siap Lakukan Pendampingan Perbesar

Palangka Raya, Transnews.co.id – Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kota Palangka Raya, Sahdin Hasan, mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya terus menjalankan program pendataan keluarga, yang dijalankan sejak tahun 2021.

Melalui program tersebut, kata dia, menjadi sarana dan bagian dari upaya mendorong masyarakat membangun keluarga sejahtera, berbahagia, terjamin pendidikan, ekonomi dan mencegah terjadinya stunting.

Bicara upaya pencegahan stunting di Kota Palangka Raya, kata Hasan, melalui kader program pendataan keluarga tersebut dimanfaatkan untuk melakukan pendampingan, serta memberikan edukasi dan informasi kepada masyarakat, pentingnya mencegah stunting pada anak.

“Untuk kader program pendataan keluarga di Kota Palangka Raya berjumlah 678 orang. Mereka bertugas di semua wilayah Palangka Raya,” sebutnya.

Adapun kader program pendataan keluarga tersebut terdiri dari tokoh masyarakat, bidan, perawat, PKK dan beberapa lainnya. “Dengan adanya kader ini kami akan mengedukasi masyarakat terkait taraf hidup sehat dan mencegah stunting,” tambahnya, Jumat (25/2/2022).

Sahdin meminta kepada semua elemen masyarakat untuk memberikan informasi apabila mengetahui adanya stunting, dengan begitu pihaknya akan segera bergerak melakukan pencegahan dan pendampingan kepada masyarakat sehingga langkah awal terjadinya stunting bisa dicegah.

“Pencegahan tidak sebatas dilakukan dengan edukasi, namun melalui kampung KB yang sudah ada, serta memberdayakan posyandu dalam pemenuhan informasi dan kesehatan gizi masyarakat karena stunting berawal dari kurangnya gizi dan kesehatan,” pungkasnya.

Baca Lainnya

Perluas Layanan, RSUD KiSA Depok Siapkan Penambahan 50 Mesin Hemodialisa

30 April 2026 - 18:56

Peringati HUT ke-18 Sekaligus Rangkaian HUT Depok, RSUD KiSA Ajak Masyarakat Budayakan Kepedulian Lewat Donor Darah

24 April 2026 - 18:49

Lawan Stunting dari RW, Mangnguluang Mansur Resmikan Posyandu SPM Kelima di Kota Depok

22 April 2026 - 19:18

Sidak RSUD Kartini: Ketua DPRD Jepara Bantu Bayi Devan Asal Karimunjawa

6 April 2026 - 22:26

News Trending DAERAH