Menu ✖

Otomatis

DAERAH

Dana MBG Seret, Sejumlah Dapur di Surabaya-Sidoarjo Hentikan Operasional Sementara

Avatar photobadge-check

Wakil Gubernur Jawa Timur sekaligus Ketua Satgas MBG Jatim, Emil Elestianto Dardak Perbesar

Wakil Gubernur Jawa Timur sekaligus Ketua Satgas MBG Jatim, Emil Elestianto Dardak

SURABAYA, transnews.co.id — Polemik keterlambatan pencairan dana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai berdampak pada operasional sejumlah dapur penyedia makanan di Jawa Timur. Beberapa dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Surabaya dan Sidoarjo dikabarkan menghentikan sementara layanan distribusi makanan kepada siswa penerima manfaat.

Kondisi tersebut memicu keresahan di kalangan orang tua murid setelah beredar pesan berantai di berbagai grup WhatsApp yang menyebut dana operasional belum kunjung cair dari pemerintah pusat.

Merespons hal itu, Wakil Gubernur Jawa Timur sekaligus Ketua Satgas MBG Jatim, Emil Elestianto Dardak, menegaskan persoalan keterlambatan pencairan dana tidak terjadi di seluruh dapur penyedia MBG di Jawa Timur.

“Barusan saya cek ke BGN, tidak semua dapur mengalami masalah tersebut dan tidak hanya di Surabaya saja. Namun menurut PPK dari BGN, saat ini sudah mulai diproses pencairannya ke virtual account,” kata Emil dalam keterangan tertulisnya, Jumat (8/5/2026).

Sebelumnya, salah satu dapur penyedia MBG di Sidoarjo mengumumkan penghentian sementara operasional mulai 8 Mei 2026. Dalam pesan yang beredar, pihak pengelola menyebut distribusi makanan akan kembali berjalan setelah ada kepastian pencairan anggaran.

Tak hanya di Sidoarjo, sejumlah dapur MBG di Surabaya juga dikabarkan menghadapi kendala serupa. Pengelola mengaku kesulitan menutup biaya operasional harian karena dana yang dijanjikan belum masuk ke rekening.

Situasi itu menimbulkan kekhawatiran program unggulan pemerintah tersebut terganggu, mengingat MBG menyasar ribuan siswa sekolah sebagai penerima manfaat harian.

Emil meminta masyarakat tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi secara utuh. Menurutnya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus melakukan koordinasi intensif dengan Badan Gizi Nasional (BGN) agar distribusi makanan tetap berjalan.

“Kami terus melakukan koordinasi agar operasional dapur MBG tetap berjalan dan pelayanan kepada siswa tidak terganggu,” tegasnya.

Ia juga memastikan pemerintah memahami pentingnya keberlanjutan program MBG, terutama bagi siswa yang selama ini bergantung pada program tersebut untuk pemenuhan gizi harian.

Keterlambatan pencairan dana ini sekaligus menjadi ujian bagi pelaksanaan program MBG yang digadang-gadang sebagai salah satu program prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi anak sekolah.

Di lapangan, para pengelola dapur kini berharap pencairan dana benar-benar segera terealisasi agar distribusi makanan tidak terhenti lebih lama dan kepercayaan masyarakat terhadap program MBG tetap terjaga.

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Tirta Kahuripan Raih Sertifikat Halal Untuk Jasa Pengolahan

25 Sep 2026 - 21:43 WIB

Tirta Kahuripan Raih Sertifikat Halal Untuk Jasa Pengolahan

Infrastruktur Digital Jadi Sorotan, DPRD Situbondo Belajar ke Diskominfo Jatim

24 Sep 2026 - 21:13 WIB

Infrastruktur Digital Jadi Sorotan, DPRD Situbondo Belajar ke Diskominfo Jatim

Progres TPST Lamongan On Track Tembus 25 Persen, Kejar Target PHO Akhir Desember 2026

24 Sep 2026 - 21:11 WIB

Progres TPST Lamongan On Track Tembus 25 Persen, Kejar Target PHO Akhir Desember 2026

Dari Lenong Betawi hingga Kontes Batu Akik, Ini Rangkaian Acara Milad KOOD Berbudaya ke-26

24 Sep 2026 - 15:20 WIB

Dari Lenong Betawi hingga Kontes Batu Akik, Ini Rangkaian Acara Milad KOOD Berbudaya ke-26

Tanggapi Isu Terkait Fasos Fasum, Kadiskominfo Depok Ingatkan Hak Berpendapat dan Peran APH

24 Sep 2026 - 11:33 WIB

Tanggapi Isu Terkait Fasos Fasum, Kadiskominfo Depok Ingatkan Hak Berpendapat dan Peran APH

Layanan Biskita Depok Tuai Kritik, Pengusaha Pertanyakan Transparansi Anggaran Rp19 Miliar

24 Sep 2026 - 10:46 WIB

Layanan Biskita Depok Tuai Kritik, Pengusaha Pertanyakan Transparansi Anggaran Rp19 Miliar
Trending di DEPOK