Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

Dana MBG Seret, Sejumlah Dapur di Surabaya-Sidoarjo Hentikan Operasional Sementara

Avatar photobadge-check


					Wakil Gubernur Jawa Timur sekaligus Ketua Satgas MBG Jatim, Emil Elestianto Dardak Perbesar

Wakil Gubernur Jawa Timur sekaligus Ketua Satgas MBG Jatim, Emil Elestianto Dardak

SURABAYA, transnews.co.id — Polemik keterlambatan pencairan dana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai berdampak pada operasional sejumlah dapur penyedia makanan di Jawa Timur. Beberapa dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Surabaya dan Sidoarjo dikabarkan menghentikan sementara layanan distribusi makanan kepada siswa penerima manfaat.

Kondisi tersebut memicu keresahan di kalangan orang tua murid setelah beredar pesan berantai di berbagai grup WhatsApp yang menyebut dana operasional belum kunjung cair dari pemerintah pusat.

Merespons hal itu, Wakil Gubernur Jawa Timur sekaligus Ketua Satgas MBG Jatim, Emil Elestianto Dardak, menegaskan persoalan keterlambatan pencairan dana tidak terjadi di seluruh dapur penyedia MBG di Jawa Timur.

“Barusan saya cek ke BGN, tidak semua dapur mengalami masalah tersebut dan tidak hanya di Surabaya saja. Namun menurut PPK dari BGN, saat ini sudah mulai diproses pencairannya ke virtual account,” kata Emil dalam keterangan tertulisnya, Jumat (8/5/2026).

Sebelumnya, salah satu dapur penyedia MBG di Sidoarjo mengumumkan penghentian sementara operasional mulai 8 Mei 2026. Dalam pesan yang beredar, pihak pengelola menyebut distribusi makanan akan kembali berjalan setelah ada kepastian pencairan anggaran.

Tak hanya di Sidoarjo, sejumlah dapur MBG di Surabaya juga dikabarkan menghadapi kendala serupa. Pengelola mengaku kesulitan menutup biaya operasional harian karena dana yang dijanjikan belum masuk ke rekening.

Situasi itu menimbulkan kekhawatiran program unggulan pemerintah tersebut terganggu, mengingat MBG menyasar ribuan siswa sekolah sebagai penerima manfaat harian.

Emil meminta masyarakat tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi secara utuh. Menurutnya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus melakukan koordinasi intensif dengan Badan Gizi Nasional (BGN) agar distribusi makanan tetap berjalan.

“Kami terus melakukan koordinasi agar operasional dapur MBG tetap berjalan dan pelayanan kepada siswa tidak terganggu,” tegasnya.

Ia juga memastikan pemerintah memahami pentingnya keberlanjutan program MBG, terutama bagi siswa yang selama ini bergantung pada program tersebut untuk pemenuhan gizi harian.

Keterlambatan pencairan dana ini sekaligus menjadi ujian bagi pelaksanaan program MBG yang digadang-gadang sebagai salah satu program prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi anak sekolah.

Di lapangan, para pengelola dapur kini berharap pencairan dana benar-benar segera terealisasi agar distribusi makanan tidak terhenti lebih lama dan kepercayaan masyarakat terhadap program MBG tetap terjaga.

Baca Lainnya

Asasta Depok Hadirkan Layanan Laboratoriun Pengujian Kualitas Air Bagi Masyarakat Umun

8 Mei 2026 - 19:53

Sidoarjo Jadi Rujukan Strategi Peningkatan PAD, Karangasem Bali Belajar Pengelolaan Fiskal dan Digitalisasi

8 Mei 2026 - 19:29

GWS Jepara Kunjungi Panti Lansia: Tekankan Pentingnya Kasih Sayang dan Kepedulian

8 Mei 2026 - 17:09

Bukan Angka Acak, Pakar Aktuaria UPER Bedah Rumus di Balik Santunan Kecelakaan Transportasi

7 Mei 2026 - 20:28

News Trending NASIONAL