Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

Diduga Terpeleset Saat Mandi di Sungai, Wanita Paruh Baya Tewas Terbawa Arus

LOGOS TNbadge-check


					Diduga Terpeleset Saat Mandi di Sungai, Wanita Paruh Baya Tewas Terbawa Arus Perbesar

Kediri, TransNews.co.id – Diduga akibat terpeleset ketika mandi di sungai, seorang perempuan bernama Tumi Winata Sari (56 th) warga Kota Kediri beralamatkan di Bence, Kelurahan Pakunden, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri diketahui telah meninggal dunia.

Peristiwa tersebut terjadi di Sungai Surowono yang berada di Dusun Surowono, Desa Canggu, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri pada Selasa Siang , (19/10/2021) sekitar jam 13.00 WIB.

Ketika itu, Korban sedang berada dirumah kerabatnya yang tak jauh dari tempat kejadian. Meskipun dilarang mandi di sungai oleh saksi bernama Sumini, korban tetap saja mandi. Sumini kemudian menunggui disampingnya sambil duduk dengan jarak sekitar 1 meter.

Tak  lama kemudian korban terpeleset dan terbawa arus, karena cuaca hujan deras Sumini berusaha untuk menolongnya sambil pegangan tangan menarik korban namun tidak berhasil dan lepas, hingga hanyut sekitar 300 meter dan menyangkut di pepohonan. peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Pare.

Kapolsek Pare Polres Kediri AKP I Nyoman Sugita SE Msi melalui Kanit Reskrim Iptu Sukiman SH Dalam siaran pers yang diterima awak media mengatakan bahwa, Dari hasil pemeriksaan team Identifikasi Polres Kediri dan petugas Puskesmas Pare, yang disaksikan Keluarga korban, dan perangkat desa,  tidak diketemukan tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan dalam jasad korban.

“Menurut keterangan saudara korban yang melaporkan ke Polsek, korban sering kejang-kejang, diduga mengalami depresi, korban baru sehari disitu, untuk silaturahmi ke rumah kerabatnya,” Ujar Iptu Sukiman Selasa petang.

Atas peristiwa tersebut, Keluarga korban menerima dengan ikhlas sebagai musibah dan tidak akan menuntut secara hukum kepada siapapun dikemudian hari serta menolak untuk dilakukan otopsi.

“Jenazahnya kemudian kita serahkan kepada keluarganya yang disaksikan oleh perangkat Desa dan para tetangga,” Imbuh Kanitreskrim. (Rudy Priyono)

Baca Lainnya

Polres Jepara Gelar Operasi Keselamatan Candi 2026, Tindak Tegas Pelanggaran Lalu Lintas

1 Februari 2026 - 14:28

Polres Jepara Gelar Operasi Keselamatan Candi 2026, Tindak Tegas Pelanggaran Lalu Lintas

Dukung Program MBG, Kapolres Jember Resmikan SPPG di Mayang

1 Februari 2026 - 10:45

Dukung Program MBG, Kapolres Jember Resmikan SPPG di Mayang

Jelang Bulan Ramadhan, Polres Jember Tingkatkan Pengawasan Distribusi Bahan Pokok

1 Februari 2026 - 10:41

Jelang Bulan Ramadhan, Polres Jember Tingkatkan Pengawasan Distribusi Bahan Pokok

Pelantikan 14 RT dan 4 RW Desa Sowan Lor Jepara, Camat Kedung Apresiasi Demokrasi Hingga Tingkat Terbawah

1 Februari 2026 - 07:16

Pelantikan 14 RT dan 4 RW Desa Sowan Lor Jepara, Camat Kedung Apresiasi Demokrasi Hingga Tingkat Terbawah
News Trending DAERAH