Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

POLITIK

Dr. Salim Singgung Polarisasi di Tengah Masyarakat Pada Peringatan Hari Pahlawan

LOGOS TNbadge-check


					Ketua Majelis Syura PKS Dr. Salim Segaf Al Jufri dalam Dialog Kebangsaan dengan tema Bela Negara Tanggung Jawab Bersama, bertempat di aula DPP PKS (Dok. PKS) Perbesar

Ketua Majelis Syura PKS Dr. Salim Segaf Al Jufri dalam Dialog Kebangsaan dengan tema Bela Negara Tanggung Jawab Bersama, bertempat di aula DPP PKS (Dok. PKS)

Jakarta, Transnews.co.id – Ketua Majelis Syura PKS Dr. Salim Segaf Al Jufri mengungkapkan keprihatinannya atas masih terjadinya pembelahan dan polariasi yang masih terjadi ditengah-tengah masyarakat, hal ini diungkapkannya saat Dialog Kebangsaan dengan tema Bela Negara Tanggung Jawab Bersama dalam rangka peringatan Hari Pahlawan, yang diselenggarakan di aula DPP PKS di Jakarta, Rabu (10/11/2021).

“Satu hal yang saya cukup pihatin dalam beberapa tahun ini ada satu stigma yang berkembang di masyarakat, terus terang saya prihatin terjadi pembelahan di masyarakat, satu kelompok merasakan paling pancasilais, saya paling cinta NKRI,” tutur Dr. Salim

“Dan bukan hanya itu mengatakan kelompok lain tidak pancasilais dan tidak NKRI, saya berharap ada dialog yang memanggil mereka, menyadarkan satu sama lain, kalau ini dibiarkan terjadi pembelahan di masyarakat,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Dr. Salim juga menjelaskan semangat kebersamaan dan gotong royong dalam mewujudkan bela negara dan tidak saling memecah belah satu sama lain.

“Salah satu yang kita perlukan dengan bela negara adalah, bangkitkn semangat kebersamaan, gotong rorony, munculkan etika berpolitik yang bagus, bukan justru memecah belah satu sama lain,” kata dia.

“Cintai negeri ini apapun sukunya apapun agamanya cintailah negeri ini, kalau kita mencintai negeri ini saya yakin tidak lama lagi kita akan mewujudkan cita cita pendiri bangsa,” pungkas Dr. Salim.

Dialog Kebangsaan yang diadakan DPP PKS juga dihadiri Jend TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu, dalam kesemoatannya mantan Menteri Pertahanan tersebut mengungkapkan bela negara sebafai pondasi untuk menjadi daya tangkal menghadapi berbagai ancaman.

“Kesadaran bela negara penting menjadi landasan sikap dan perilaku bangsa Indonesia untuk membangun daya tangkal bangsa untuk menghadapi ancaman bangsa.” Tutur Ryamizard.

Baca Lainnya

Buka Muswil IX PPP Jateng, Mardiono Tegaskan Fokus Partai pada Kesejahteraan dan Ekonomi Rakyat

7 Februari 2026 - 19:12

Kenakan Busana Adat Jawa, Joni Resmi Maju Pilkades Jumputrejo dengan Simbol Ketahanan Pangan

4 Februari 2026 - 22:09

Jembatan Penghubung Cipayung-Pasir Putih Banjir, Ini Pesan Legislator Nyentrik dari Gerindra

13 Januari 2026 - 13:04

HBS Raih BKD Award 2025 DPRD Kota Depok Kategori Kinerja Terbaik

31 Desember 2025 - 01:22

HBS Raih BKD Award 2025 DPRD Kota Depok Kategori Kinerja Terbaik
News Trending DEPOK