Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

Guna Turunkan Angka Pengangguran, Disnakertrans Jatim Bersinergi dengan UPT Ketenagakerjaan

LOGOS TNbadge-check


					Kadisnakertrans Jatim,
Dr. Himawan Estu Bagijo saat dialog interaktif pada acara Dinamika Jawa Timur, Senin (11/10/2021). Perbesar

Kadisnakertrans Jatim, Dr. Himawan Estu Bagijo saat dialog interaktif pada acara Dinamika Jawa Timur, Senin (11/10/2021).

Surabaya, Transnews.co.id – Menurut data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur, tahun 2021 terdapat 50.000 jumlah pengangguran tenaga kerja terbuka di Jawa Timur akibat pandemi COVID-19. Pandemi berpengaruh besar terhadap berbagai sektor, salah satunya pada sektor industri yang di dalamnya termasuk tenaga pekerja terutama pekerja yang bukan pada sektor kritikal. Pekerja tersebut terpaksa di rumahkan karena tekanan biaya. Ditambah pula dengan adanya kebijakan PPKM yang menambah keterbatasan mobilitas.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Timur, Dr. Himawan Estu Bagijo dalam acara dialog Dinamika Jawa Timur, Senin (11/10/2021) menyampaikan, bahwa Disnakertrans Jatim bersama seluruh UPT Ketenagakerjaan di Jawa Timur terus bersinergi untuk menurunkan angka pengangguran yang berpengaruh pada kemiskinan.

“Pemerintah tengah menyiapkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) bagi pekerja yang bekerja di perusahaan-perusahaan yang telah tercatat di BPJS Ketenagakerjaan sehingga upaya ini merupakan salah satu bentuk perlindungan bagi tenaga kerja,” ungkapnya.

Usaha Pemerintah ini tidak lain pula sebagai bentuk upaya meminimalkan dampak pandemi pada industri pekerja di Jawa Timur.Selain itu para pekerja juga diminta untuk tetap berusaha bangkit dengan memanfaatkan skill kewirausahaan.

Sementara, KPS Venture Creation Sekolah Pascasarjana UNAIR, Amak Muhammad Yaqoub dikesempatan yang sama mengatakan, wirausaha dapat menjadi alternatif untuk kesejahteraan pekerja.

“Pekerja yang di rumahkan bisa memanfaatkan skill kewirausahaan untuk mencari peluang baru atau memanfaatkan dan mengikuti pelatihan-pelatihan gratis untuk meningkatkan kompetensi,” tuturnya.

Dengan berwirausaha, masyarakat juga dapat membantu dalam menunjang perekonomian. Masa pandemi ini, sektor tenaga kerja merupakan sektor yang paling banyak terdampak.

Kadis Disnakertrans Jawa Timur sepakat dengan inisiatif masyarakat untuk berusahan dengan wirausaha. “Sebagai insan harus punya trobosan, harus bisa cari peluang. Salah satunya dengan pemanfaatan teknologi informasi saat ini. Media konvensional sudah tidak memungkinkan lagi,” pungkasnya.(HD)

Baca Lainnya

FKPM Mambak Kecam Akun Facebook yang Rendahkan Martabat Ratu Kalinyamat Jepara

3 February 2026 - 23:05

Pekerja Bangunan di Jepara Dilarikan ke RSUD Kartini Usai Tersengat Listrik di Atap Gudang SPPG Lebuawu

3 February 2026 - 23:02

Temuan Tonggak Penebangan di Beteng Portugis Picu Pertanyaan Tata Kelola Cagar Budaya

3 February 2026 - 22:58

Gebyar Literasi Anak Meriahkan Harjasda ke-167, Tanamkan Budaya Menabung dan Cinta Sidoarjo Sejak Dini

3 February 2026 - 22:52

News Trending DAERAH