Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

EKBIS

Janjikan Proyek Pengadaan, Oknum Pamen TNI AL Tipu Warga

badge-check


					Janjikan Proyek Pengadaan, Oknum Pamen TNI AL Tipu Warga Perbesar

Jakarta, Transnews.co.id – Seorang oknum Perwira Menengah (Pamen) TNI Angkatan Laut berinisial DW dilaporkan ke Polisi Militer AU oleh warga sipil bernama Tuti Amaliah beberapa hari lalu.

DW dilaporkan atas dugaan penipuan kepada seorang pengusaha. Tuti Amaliah mengaku mengalami kerugian sekitar Rp. 1 miliar.

Dalam pengakuannya, Tuti Amaliah mengatakan DW mengajak dirinya ikut terlibat dalam sejumlah proyek pengadaan barang dengan syarat sejumlah uang muka.

Di hadapan penyidik, Tuti Amaliah mengaku sejak 2001 hingga kini dirinya telah menyerahkan sekitar Rp.800 juta kepada DW dengan iming-iming sejumlah proyek pengadaan.

Dana tersebut kata Tuti Amaliah, merupakan bagian dari janji kerja sama proyek seperti pengadaan AC dan alat kesehatan di Rumah Sakit Suyoto dibawah naungan Kementerian Pertahanan.

“Awalnya saya dikenalkan ke petinggi-petinggi yang katanya berwenang, dan dari situ mulai dimintai dana koordinasi,” ungkap Tuti sapaan akrabnya melalui sambungan seluler belum lama ini.

Tidak hanya uang tunai, Tuti juga mengaku telah memberikan fasilitas berupa kendaraan operasional kepada oknum tersebut. Namun janji-janji proyek tak kunjung direalisasikan.

“Sudah saya kasih cash, transfer juga ada, bahkan ada saksi. Tapi janji mobil Pajero pun tidak ditepati,” lanjutnya.

Yang memperburuk keadaan, menurut pelapor, adalah sikap oknum tersebut yang mulai menghindar dan memutus komunikasi. Meski telah dibuat surat kesepakatan, namun pelapor merasa tidak ada itikad baik dari terlapor.

“Saya hanya ingin keadilan. Dari 2021 saya sudah coba kejar, tapi sampai sekarang belum ada penyelesaian. HP saya diblokir, saya bahkan diarahkan ke pengacara, padahal saya ingin langsung komunikasi,” tegasnya.

Laporan tersebut kini telah tercatat secara resmi di Polisi Militer. Tuti berharap kasus ini bisa diproses hukum dengan adil agar tidak ada korban lain di kemudian hari.

“Saya berharap uang saya kembali dan proses hukum tetap berjalan. Biar tidak ada lagi yang tertipu,” tutupnya.

Baca Lainnya

HUT ke-167 Sidoarjo Jadi Momentum Lompatan Pembangunan, Investasi Tembus Rp18,9 Triliun

1 Februari 2026 - 07:07

HUT ke-167 Sidoarjo Jadi Momentum Lompatan Pembangunan, Investasi Tembus Rp18,9 Triliun

KPK Hibahkan Aset Rampasan ke Pemprov Jatim, Emil Dardak: Bukti Nyata Korupsi Dikembalikan untuk Rakyat

30 Januari 2026 - 19:50

KPK Hibahkan Aset Rampasan ke Pemprov Jatim, Emil Dardak: Bukti Nyata Korupsi Dikembalikan untuk Rakyat

Antrean Panjang di TPA Cipayung Sebabkan Warga Marah, karena ini

30 Januari 2026 - 15:49

Perkuat Keandalan Sistem, PLN Lakukan Penambahan Gas SF6 pada Trafo Interbus

30 Januari 2026 - 15:29

News Trending DEPOK