SURABAYA, transnews.co.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur menyiapkan berbagai langkah strategis untuk memastikan layanan kesehatan tetap optimal selama arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.
Salah satunya dengan mendirikan sekitar 230 pos kesehatan terpadu di sepanjang jalur mudik di wilayah Jawa Timur.
Pos kesehatan tersebut akan ditempatkan di berbagai titik strategis seperti stasiun, terminal, pelabuhan, rest area, hingga kawasan wisata yang diperkirakan mengalami lonjakan pengunjung selama libur Lebaran.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Erwin Astha Triyono, Kamis (5/3/2026) mengatakan bahwa pihaknya juga memperkuat koordinasi dengan seluruh fasilitas kesehatan di daerah agar layanan kesehatan tetap berjalan optimal selama periode libur panjang.
Menurutnya, koordinasi tersebut dilakukan dengan rumah sakit rujukan dan puskesmas melalui berbagai sarana, di antaranya grup komunikasi digital, sistem pelaporan terpadu, layanan kegawatdaruratan Public Safety Center 119, serta rapat koordinasi bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan dinas kesehatan kabupaten/kota.
Selama masa libur Lebaran, sebanyak 447 rumah sakit di Jawa Timur tetap membuka layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) selama 24 jam agar masyarakat tetap dapat mengakses layanan kesehatan darurat kapan pun dibutuhkan.
Berdasarkan pengalaman pengelolaan pos kesehatan pada Lebaran 2025 serta libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Dinkes Jatim juga menyiagakan ribuan tenaga kesehatan.
Tercatat sebanyak 455 dokter, 4.565 perawat, serta 100 tenaga kesehatan tradisional dari enam griya sehat akan terlibat dalam pelayanan. Selain itu, sebanyak 1.362 ambulans juga disiapkan dan dikoordinasikan melalui sistem piket serta pengaturan cuti tenaga kesehatan di masing-masing fasilitas layanan.
Di setiap pos kesehatan, masyarakat dapat memperoleh layanan medis dari dokter dan perawat, didukung pengemudi ambulans, tenaga kesehatan tradisional, serta petugas promosi kesehatan yang memberikan edukasi kepada para pemudik.
Selain menyiapkan layanan kesehatan, Dinkes Jatim juga menggencarkan kampanye kesehatan kepada masyarakat menjelang dan selama periode mudik Lebaran.
Kampanye tersebut dilakukan melalui berbagai media, seperti penyebaran infografis dan video edukasi di media sosial, sosialisasi langsung kepada masyarakat melalui kader kesehatan, edukasi di pos kesehatan, hingga distribusi media cetak seperti leaflet, spanduk, dan banner di berbagai daerah.
Layanan kesehatan juga disiapkan di sejumlah titik keramaian seperti rest area, terminal, pelabuhan, stasiun, hingga kawasan wisata yang berpotensi mengalami lonjakan pengunjung selama masa libur Lebaran.
Untuk mempercepat penanganan apabila terjadi kecelakaan lalu lintas di jalur mudik, masyarakat dapat menghubungi layanan darurat Public Safety Center 119 yang telah tersedia di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.
Sistem ini juga didukung nomor kontak penanggung jawab dinas kesehatan di masing-masing daerah guna mempercepat proses rujukan ke fasilitas kesehatan terdekat.
Dinkes Jatim juga mengimbau masyarakat agar tetap menjaga kondisi tubuh selama perjalanan mudik.
Pemudik disarankan untuk beristirahat cukup sebelum berkendara, melakukan peregangan setiap empat jam perjalanan, mengonsumsi makanan bergizi, memperbanyak buah dan sayur, serta mencukupi kebutuhan cairan tubuh.
Selain itu, masyarakat juga diminta membawa obat-obatan pribadi, khususnya bagi yang memiliki riwayat penyakit tertentu, serta memanfaatkan pos kesehatan di rest area atau puskesmas terdekat apabila mengalami keluhan kesehatan selama perjalanan mudik.











