Jembatan Terputus, Warga Dua Desa di Tasikmalaya Seberangi Sungai Dengan Rakit Bambu

Kab Tasikmalaya,transnews.co.id-Akibat terputusnya jembatan sepanjang 45 meter dan lebar 4 meter yang menghubungkan jalur lalu lintas Desa Sindangasih dan Desa Cayur Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya, aktifitas warga yang Ingin melintas di Sungai Cimedang kini menggunakan rakit bambu.

Walaupun tidak menyebabkan warga terisolasi, tetapi perjalanan warga menuju pusat pemerintahan Cikatomas harus mengambil jalan memutar sehingga memakan waktu karena jarak tempuh yang sangat jauh.

Setelah beberapa pihak berkoordinasi dan melihat kondisi sungai yang airnya mulai normal, mereka sepakat untuk sementara membantu akses penyebrangan secara darurat dengan menggunakan rakit bambu, Sabtu (20/6/2020).

Sejumlah warga terpaksa menyeberangi sungai Cimedang dengan rakit bambu karena terputusnya jembatan.

“Untuk membangun jembatan darurat membutuhkan biaya besar apalagi kembali membangun jembatan permanen maka menggunakan rakit bambusebagai aksi cepat tanggap darurat bencana yang dilakukan para tokoh guna membantu masyarakat,”ujar Dikdik Ali Nurjaman tokoh masyarakat Desa cayur kepada Transnews.

Bersama Muspika, Pemdes dan Warga Cayur terus berkordinasi dengan pihak BPBD dan Pemkab Tasikmalaya agar secepatnya membangun jembatan darurat, dan yang terpenting dia berharap hari ini pihak BPBD bisa membantu menyediakan jaket pelampung guna menjaga keselamatan para penyebrang sungai yang menaiki rakit bambu,”pungkasnya.(Nop) Editor:Nas

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, silahkan mengirim sanggahan dan/atau koreksi kepada Kami sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers melalui email: transnewsredaksi@gmail.com