Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

Ketua Forikan Jatim Kampanyekan Gemarikan di Trenggalek

LOGOS TNbadge-check


					Ketua Forikan Jatim Kampanyekan Gemarikan di Trenggalek Perbesar

Trenggalek , Transnews.co.id – Ketua Forikan Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak mengkampanyekan kegiatan gemar makan ikan (Gemarikan) di Kabupaten Trenggalek, Selasa (28/9/2021).

Dalam kegiatan tersebut, Arumi Bachsin juga menyerahkan paket bantuan berisi ikan dan aneka olahannya kepada 200 anak-anak asal Kecamatan Suruh, Kabupaten Trenggalek. Beberapa bantuan lain, juga diberikan kepada beberapa perwakilan ibu-ibu dari Kecamatan Suruh yang menjadi locus stunting.

“Harapan kami, meskipun ujian double belum lulus stunting ditambah Pandemi Covid, optimisme itu harus ada. Selama optimisme itu ada, dan kerja keras, gotong royong juga harus terus dilakukan maka bisa mengurangi sedikit demi sedikit angka stunting di Kabupaten Trenggalek,” harapnya.

Ditambahkannya, ada pilihan untuk makan ikan dengan harga yang juga bervariasi. “Tinggal kita pilih saja mau ikan dengan harga berapa. Sedangkan ayam dan daging harganya lebih stagnan, dan ini yang menjadikan alasan saya ikut mengkampanyekan Gemarikan,” kata Arumi.

Ketua Forikan Kabupaten Trenggalek, Novita Hardiny mengatakan, kami tidak kenal lelah mengkampanyekan Gerakan Memasyaratkan makan ikan (Gemarikan). Tidak hanya itu, istri Bupati Trenggalek tersebut, juga ingin mendorong Kabupaten Trenggalek, bebas stunting.

Seperti yang diketahui, stunting merupakan permasalahan gagal tumbuh kembang anak. Yang mana, saat ini memang menjadi perhatian serius Pemkab Trenggalek. Terlebih, salah satu wilayahnya menjadi lokus dari stunting.

“Pemenuhan asupan gizi menjadi point penting untuk bisa mengurangi angka stunting. Namun sayangnya, itu bukanlah satu perkara mudah, permasalahan sosial ekonomi, budaya dan faktor lainnya menjadi permasalahan yang mengganjal,” ucap Novita.

Dijelaskannya Novita, keberadaan Trenggalek yang tidak jauh dari laut, menjadikan kekayaan ikan yang dimiliki sangat melimpah. “Komoditas inilah yang coba ditawarkan kepada masyarakat. Karena, harganya yang fleksibel dan dapat dijangkau masyarakat,” imbuhnya.

Dirinya ingin, memperjuangkan Kabupaten Trenggalek ini bebas stunting. “Ini perjuangan yang tidak mudah. Butuh kerja keras sangat serius. Terus, komitmen dari berbagai pihak, gotong royong dari berbagai pihak dari beberapa tahun yang lalu sebelum adanya pandemi,” lanjut Novita.

Sri Rahayu, salah satu penerima paket Gemarikan mengaku, sangat senang menjadi salah satu penerima manfaat bantuan. “Alhamdulillah, dapat bantuan dari Pemerintah, semoga bisa bermanfaat dan bisa memenuhi kebutuhan gizi keluarga saya,” papar Sri.(HD).

Baca Lainnya

Pembangunan dan Rekontruksi PHTC Madrasah PHTC Jatim 8 On Track, Minggu Ke-27 Progres Capai 40 Persen 

11 Juli 2026 - 12:59

DPRD Jepara Sahkan Empat Ranperda, Ketua DPRD Tekankan Regulasi Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat

10 Juli 2026 - 19:28

Bazar Blitar Djadoel 2026 Dibuka, Kementerian UMKM Sebut Layak Jadi Contoh Nasional Penggerak Ekonomi Daerah

9 Juli 2026 - 20:58

Hadapi Ancaman Siber, Pemkab Sidoarjo Perkuat Keamanan Digital Bersama LSWare Korsel

9 Juli 2026 - 20:57

News Trending DAERAH